Jogja Istimewa Untuk Indonesia Jaya

Beberapa hari yang lalu saya berjalan di salah salah satu jalan protokol di kota kelahiran saya Jogjakarta, kemudian ada suara germuruh dari segerombolan orang yang naik motor seperti layaknya orang kampanye meski tidak membawa atribut apapun, hanya baju biasa saja. Orang-orang tersebut kemudian membagikan selebaran berupa kertas folio yang penuh dengan tulisan. Ternyata segerombolan itu adalah orang yang kembali menyuarakan tentang isu UU Keistimewaan Yogyakarta. Memang dulu isu ini sempat ramai dan dibahas di kalangan anggota DPR. Berbagai upaya pun telah diusahakan oleh orang Jogja untuk tetap mempertahankan status Keistimewaan Yogyakarta.

Saat ini isu itu seperti telah dilupakan, kalah dengan isu-isu lain yang lebih heboh seperti kasus kaburnya beberapa koruptor keluar negeri atau kasus-kasus lain yang lebih ‘menjual’. Tapi dari aksi yang saya temui tadi, ternyata orang Jogja sendiri tidak pernah melupakan dan tetap memperjuangkan status Keistimewaan Jogja ini. Yang menjadi kekaguman saya bukanlah aksi putar-putar kota dengan kebisingan dari suara motor itu, tapi tentang selebaran yang dibagikan. Setelah membaca tulisan yang terdapat didalamnya saya merasa betul bahwa tulisan itu mewakili orang Jogja, dalam hal ini adalah segi pembahasaannya, terasa halus namun tegas. Berikut potongan dari tulisan tersebut:

(more…)

 

Simpati vs Empati

Mungkin bagi kita yang tidak tahu akan sulit membedakan antara rasa simpati dan empati, atau mungkin sebagian dari kita akan menyamaratakan perasaan iba, kasihan atau sejenisnya ke dalam bentuk simpati. Tapi tahukah anda bahwa kedua rasa itu berbeda. Dalam posting ini saya akan sedikit membahas tentang kedua hal tersebut.

SIMPATI (Sympathy)
Secara etimologi kata simpati diturunkan dari kata dalam bahasa Yunani συμπάθεια (sympatheia) yang berasal dari kata σύν (syn) “bersama” and πάθος (pathos) “gairah, perasaan”, dalam hal ini “penderitaan” (dari πάσχωpascho, “terpengaruh oleh, menderita”).

(more…)

 

The Real Baking Life

Dari sejak kecil, saya selalu punya cita-cita atau paling tidak keinginan untuk menjadi seorang Chef, Pâtissière, atau ahli dibidang kuliner. Mungkin karena saya terlalu banyak nonton film kartun seperti Yoichi Si Anak Citarasa, atau terlalu banyak baca komik seperti Yakitate Japan. Terlepas dari itu semua, saya memang ingin bisa memasak untuk semua orang disekitar saya. Kata orang, makan masakan yang enak juga bisa bikin kita bahagia, dan saya juga ingin orang yang memakan masakan saya menjadi bahagia 🙂

Apa hubungannya dengan posting kali ini? Yang jelas, temanya sekarang adalah tentang makanan #tibatibalaper 😛

Jika anda pernah memainkan game di Facebook dengan nama Baking Life, pastinya anda akan mengenal beberapa gambar roti maupun pastry berikut ini:

Ya, beberapa makanan diatas adalah jenis roti dan pastry yang dapat anda masak dan perjualbelikan dalam game Baking Life. Tapi pernahkah anda bertanya apa sih sebenarnya roti tersebut atau seperti apa wujud aslinya? Saya sendiri selalu punya pertanyaan itu, dan dari sekedar iseng-iseng, saya coba cari informasi dan foto terkait beberapa roti diatas. Berikut ini akan saya coba jelaskan beberapa hal tentang roti diatas. Silahkan teruskan baca disini

 

Akronim Populer di Internet

Pernahkan anda menjumpai beberapa singkatan yang tidak anda ketahui artinya selama anda berselancar di dunia maya? Sering timbul pertanyaan tentang apa maksud dari akronim yang orang biasa berikan dalam aktifitas mereka berkomunikasi melalui media internet. Meski beberapa akronim sudah sangat umum digunakan namun ada beberapa pula yang mungkin baru pertama kali kita dengar.

Berikut ini daftar beberapa akronim yang sudah biasa digunakan oleh pengguna di dunia maya:

AFAIK : As Far As I Know
AFK : Away From Keyboard
ASAP : As Soon As Possible
BRB : Be Right Back
BTW : By The Way
CID : Crying In Disgrace
CMIIW : Contact Me If I’m Wrong
CU : See You
FAQ : Frequently Asked Question
FYI : For Your Information
GBU : God Bless You
GTG : Got To Go
ILU : I Love You
IMO : In My Opinion
IMHO : In My Humble Opinion
KIT : Keep In Touch
LOL : Laugh Out Loud
LMAO : Laugh My Ass Off
OMG : Oh My God
OT : Off Topic
OTOH : On The Other Hand
OTW : On The Way
PPL : People
ROFL : Rolling On Floor Laughing
TCOY : Take Care Of Yourself
THX : Thanks
TTYL : Talk To You Later
TY : Thank You
WOOT : We Own the Other Team
WTF : What The Fuck

Jadi, paling tidak anda sudah tahu apa maksud dari berbagai singkatan atau akronim yang kadang menghiasi berbagai artikel atau pembicaraan di dunia maya ini. Jika akronim yang anda cari tidak terdapat pada daftar diatas, silahkan anda lihat pada halaman Yahoo! Answer ini untuk lebih lengkapnya.

 

Sajakku di Karimunjawa

Kemarin, cahaya mentari merah jambu, jatuh lembut di warna hijau dedaunan, perpaduan warna yang jarang kunikmati hingga saat ini.

Memang sore itu sore yang cerah di Karimunjawa. Sebuah pulau di tengah Laut Jawa yang tak kalah dengan Kepulauan Maladewa.

Angin paginya menyegarkan dada, dan cahaya suryanya menghangatkan raga, sedang kuning emas senjanya memanjakan mata.

Andai ia jadi kesini, akan kuceritakan tentang nyanyian ombak yang mengalun diatas pasir, akan kubagikan suasana senja yang akan membuatnya menutup mata sementara, menikmati hari ini dari lubuk hati, tak perlu melihat karena setiap indra turut merasakan, tak perlu mendenganr karena seluruh jiwa cukup tergetarkan, dan segenap rasa cukup menikmati setiap detik yang terbuang.

Yah.. itu jika ia jadi kesini, banyak yang ingin aku berikan, banyak yang ingin aku isyaratkan.. hah, memang berkhayal itu melelahkan…

15 Juli 2009
saat mentari mulai membentuk bayang

Yanwar I.M.

 

bulan merah – poems

Kebetulan beberapa waktu lalu saya menemukan satu file puisi yang sepertinya terpisah dengan kumpulan puisi yang saya punya. Hanya ingin berbagi saja, siapa tahu ada yang suka, tapi maaf jika memang tidak bagus, soalnya saya bukan pujangga. Terima kasih untuk apresiasinya.

TO: someone in UGM

Bulan Merah

Dua, tiga, bahkan empat kata pun tak cukup
Untuk isyaratkan rasa, saat mata ini mulai memihak

Jauh dari ujung mata, ada bulan warna merah
Pancaran sinar kelembutan dan kehalusan

Mulai dari tatapan mata itu
Sampai bayang-bayang tubuh sang bulan

Hanya urutan huruf berbentuk Indah
Dan ungkapan kata berupa Cantik

Sayang ia hanya disana
Berbincang dengan sang bintang

Dan tergelak oleh suara malam
Tapi sejenak ia berhenti

Kemudian dibicarakannya lagi sang hitam
Sampai ia akan hilang

Terselubung oleh cerah
Dan sirna sebagai terkenang

Lalu tenggelam dalam rasa perpisahan
Kembali menuju ketiadaan

10122003
yanwar i m

 

a journey of I am in a happy sunday

Pada posting ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya melalui hari minggu ( 23/05) yang cukup melelahkan tapi menyenangkan, salah satunya adalah menghadiri Plesiran Ngisor Ringin, sebuah acara gathering para GoodReaders Jogja, FYI: Goodreaders adalah sebutan untuk para anggota goodreads.com yang merupakan sebuah website jejaring pembaca buku di seluruh dunia.

Ok, mulai dari mana ini??? Beberapa orang membuat LPM atau Lapanta menurut versi mereka sendiri, dan saya bertanya2 apakah itu Lapanta? Beberapa waktu kemudian saya baru tahu kalo lapanta ternyata kependekan dari Laporan Pandangan Mata, istilah yang dulu populer digunakan oleh reporter radio saat melaporkan kejadian di lapangan. Tulisan ini semacam laporan atau jurnal kegiatan untuk acara kopdar yang kemaren sudah dilakukan. Apakah tulisan/posting ini akan jadi seperti itu? Jawabannya Tidak.

Tulisan ini tidak akan serunut dan sedetail Lapanta seorang Pra yang mengaku bukan moderator, atau journal milik Nat dengan sentuhan cerita mengharukan di akhirnya, atau LPM resmi dari Ika yang ditunjuk langsung oleh seorang Dokter Iyut beserta asistennya Petra. Tidak, ini hanya akan jadi kisah perjalanan seorang Saya yang berada pada waktu yang tepat bersama mereka. Mohon maaf jika sedikit personal, namanya juga blog pribadi… baca selengkapnya disini

 

Tentang “Everybody Draw Mohammed Day – 20 Mei”

Saya tahu bahwa ini berawal dari salah paham dari seorang http://mollynorris.com yang membuat kehebohan dengan membuat halaman “Everybody Draw Mohammed Day” di jejaring sosial Facebook. Banyak kontroversi yang kemudian muncul dengan adanya halaman ini.

Bagi muslim tentu tahu, kehebohan ini muncul karena dalam ajaran agama Islam sendiri tidak diperbolehkan menggambarkan Nabi atau Rasul dengan bentuk serupa manusia, baik itu dalam bentuk gambar maupun patung. Dengan adanya halaman itu, sontak memicu berbagai pendapat dikalangan masyarakat yang pro maupun kontra. Muslim jelas menentang aksi ini, tapi bagi mereka yang non muslim, penolakan ini dianggap sebagai bentuk pembatasan yang tidak berdasar, mereka berfikir bahwa mereka seharusnya bebas menggambar karakter siapapun yang mereka inginkan.

Perlawanan terhadap gerakan ini pun muncul di halaman facebook sebagai reaksi menentang, salah satunya adalah Against “Everybody Draw Mohammed Day – May 20” dan saya tergabung di dalamnya. Ada satu pesan yang saya share pada halaman itu yang berbunyi:

“Liberty or creativity must be followed by responsibility… It’s a muslim faith that Muhammad SAW should never be illustrated in human form, and others (non-muslim) should respect that. Thank you.”

Bahwa kebebasan dalam berkreatifitas hendaknya di ikuti dengan sebuah tanggung jawab, sudah menjadi keyakinan seorang muslim bahwa Nabi Muhammad SAW tidak boleh digambarkan dalam sosok manusia, dan seharusnya bagi orang non muslim bisa menghargai hal itu.

Ternyata pesan itu mendapat respon dari orang yang non-muslim dan mempertanyakan hal berikut:

“Please justify to me why I must follow your religious doctrine? Then why do Yanwar start this thread by saying that “Muhammad SAW should never be illustrated in human form, and others (non-muslim) should respect that”. I do respect all your ways of life as well as I respect myself. By the way, I do not understand where that comment came from or what its purpose is. But I respect myself as well as others and their beliefs. I do however, have a strong objection to being told how to or not to think about any religion. I know what I will answer to my question and I justify to myself daily my beliefs. I would like a believer to explain to me why he thinks it is necessary for me to follow anything religious just because he says so.”

Dan jawaban saya jelas dengan sedikit mengambil dari analogi yang sangat sederhana:

“Yup, its all about respect, I believe that religions do have rights just like human. Take a simple sample: if you don’t want somebody step on the grass in your front yard, others should respect that. I know you have your own reason from forbidding people do that.

other sample: we should never park in the ‘disable parking space’ if we are “normal” people. why? because we should respect to others right, the disabled person’s right.

It is similar with: if you don’t want other people swim in your swimming pool? Do you need to tell them what is the reason? I think its not important, it’s your swimming pool, you have your own rule and other people should understand that.

I don’t force you to follow my religions doctrine, I never force anyone to follow my religions doctrine, that’s why I used the word ‘should’. I didn’t say that “others (non-muslim) MUST respect that”. Islam is the religion of peace, but you should understand too that Islam have the limit of tolerance.

In this case, you can draw any cartoon character figure as you want, we respect your creativity and your liberty. What we moslem don’t agree is if you claim your drawing is Muhammad SAW, the last prophet of Islam.

So, please understand that, thank you.”

Ya, anda pasti tahu maksud jawaban saya diatas, intinya adalah tentang saling menghargai, saya yakin bahwa agama juga memiliki haknya, sebut saja hak untuk berkembang, hak untuk menjalankan keyakinannya, hak untuk dihormati, dll. Ambil saja sebuah contoh sederhana, jika anda tidak ingin orang lain menginjak rumput di halaman rumah anda, seharusnya bagi orang lain yang tahu, memahami hal itu, dan saya yakin anda punya alasan sendiri kenapa anda melarang orang melakukannya.

Contoh lain yang mungkin cocok untuk kasus ini adalah jika kita tidak mau orang lain berenang di kolam renang milik kita, apakah perlu kita menjelaskan apa alasannya? saya pikir itu menjadi tidak penting karena kolam itu adalah kolam renang kita sendiri, dan kita punya aturan sendiri dalam menggunakannya, dengan tahu hal itu, seharusnya orang lain memahami dan menghormati larangan tersebut, bukannya malah memaksa dan nekat berenang di kolam kita. Jadi menurut anda bagaimana? Benar atau salah?

Saya yakin bahwa saya tidak pernah memaksa orang untuk memahami dan mengikuti ajaran Islam, karena bagi saya sendiri, saya merasa belum sepenuhnya menjalankan ajaran agama yang saya anut sendiri. Tapi yang ingin saya jelaskan bahwa bagi orang lain yang berbeda keyakinan untuk bisa menghargai dan menghormati aturan yang ada dalam suatu ajaran agama lain.

Siapapun boleh menggambar karakter apapun yang meraka inginkan, tapi yang tidak berkenan adalah jika mereka menyatakan bahwa gambar tersebut adalah gambar Nabi Muhammad SAW yang bagi agama Islam dilarang penggambarannya dalam rupa manusia (itulah kenapa Nabi Muhammad SAW selalu digambarkan dengan tulisan arab-seperti gambar di paling atas, atau dilambangkan dengan cahaya yang terang dalam suatu adegan film).

Semoga ini bisa memperjelas maksud pendapat saya dan bisa sedikit memberi pemahaman bagi yang merasa berbeda pendapat dengan saya. Tapi saya tetap menghormati jika anda memiliki pendapat yang lain.

اللّه أكبر

 

Its about my blog… update.

Sebenarnya keinginan untuk menulis blog selalu muncul, paling tidak biar blog saya ini tidak nganggur dalam jangka waktu yang lama tanpa update. Tapi kadang-kadang keinginan itu kurang dibarengi dengan kemampuan untuk menulis yang kuat, soalnya saya selalu ribet untuk bikin sebuah posting saja, pengennya cuma tinggal tulis, trus di publish tanpa perlu mikir apa berita ini benar atau bohong (hoax), apakah ada informasi lain yang terkait, ataukah ada informasi yang lebih penting/detail yang perlu disampaikan. Pemikiran itulah yang kadang membentur/membatasi saya untuk menulis posting untuk update secara berkala dan tidak terlalu lama jangka waktunya.

Pemahaman saya dulu, saya membuat blog ini untuk bisa memberi/berbagi informasi yang menurut saya menarik dan juga untuk mengungkapkan uneg-uneg/pendapat saya terhadap suatu hal, selain untuk tetap exist tentu saja. Tapi dengan kondisi yang sudah saya ceritakan diatas, hal semacam itu sedikit terhambat karena update postingnya terlalu lama jaraknya dan postingnya kurang beragam.

Beberapa waktu ini saya lebih sering blogwalking dibanding blogwriting, dan dari kegiatan itu berkembang pemikiran bahwa saya juga ingin menyajikan informasi yang sama menarik dengan mereka tanpa harus terbebani dengan idealisme bahwa blog ini adalah tulisan saya sendiri yang berisi posting yang saya tulis sendiri dan sudah saya riset dari berbagai sumber. Dengan begitu saya bertanggungjawab penuh terhadap content yang ada dalam blog pribadi saya ini.

Akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa sudah saatnya saya sedikit terbebas dari ikatan yang sudah saya buat sendiri itu, saya musti membuka mata lebih lebar, dan mau menerima berbagai posting menarik dari hasil blogwalking saya untuk istilahnya di repost di blog saya ini. Tujuannya untuk memberi informasi yang menarik dan beragam pada pembaca blog saya (meskipun saya sendiri tidak tahu siapa pembaca blog saya, atau bahkan tidak ada :p ).

Dalam beberapa posting mendatang akan ada banyak tulisan yang saya ambil dari blog lain yang tentu saja menarik, walaupun akan tetap ada beberapa posting yang saya tulis sendiri dengan riset yang sudah sering saya lakukan sampai saat ini. Harapannya ini bisa membuat blog saya lebih informatif dan beragam topik.
Terima kasih bagi anda yang selama ini sudah sering ‘kesasar’ di blog saya ini 🙂

 

Apa ‘Idealisme’ untukmu?

Posting ini mungkin akan sangat personal karena saya ingin berbagi tentang apa yang disebut dengan idealisme. Jika boleh diberi kesempatan untuk mendefinisikan secara bebas, bagi saya definisi idealisme adalah sebuah pokok topik yang dipegang teguh atau juga terkadang menjadi sebuah batasan pada sudut pandang seseorang tentang suatu hal, cenderung kepada sebuah kondisi yang dicita-citakan. Tentu saja dengan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa idealisme masing-masing orang akan berbeda, tergantung sudut pandangnya terhadap suatu hal tersebut.

Idealisme berasal dari kata “ideal” dengan tambahan sufiks/akhiran “-isme” yang berasal dari bahasa Yunani kuno -ισμός (-ismos) yang memiliki fungsi membentuk kata benda abstrak terhadap suatu tindakan, keadaan, pemahaman/doktrin. Sedangkan kata ‘ideal’ sendiri memiliki arti suatu kondisi paling wajar yang dikehendaki atau diinginkan. Contoh yang paling mudah dari sebuah idealisme biasaya digunakan pada bidang politik, sosial, dan segala suatu hal yang bersifat pemikiran. Idealisme menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia memiliki arti:

Idealisme 1 suatu aliran di ilmu filsafat yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar, yang dapat dirasakan dan dipahami 2 hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita (yaitu menurut suatu patokan atau pedoman yang dianggap sempurna) 3 Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dng kenyataan.

Lalu Idealisme saya apa? Saya sendiri belum bisa secara jelas dan lugas menjelaskan idealisme saya apa, yang saya tahu beberapa pendapat mengatakan “Idealisme itu adalah kemewahan terbesar anak muda.” jadi bagi anda yang masih muda/merasa muda atau (yang paling umum) anak muda = mahasiswa, pegang teguhlah idealisme yang ada pada dirimu, karena suatu ketika nanti kita harus rela melepasnya atau paling tidak melonggarkan batas toleransi yang ada pada idealisme itu sendiri.

Sebuah nasehat dari orang terdekat saya mengatakan bahwa idealisme itu tidak akan membahagiakan siapapun kecuali diri kita sendiri, makanya saat kita hidup dilingkungan sosial yang terdiri tidak hanya kita sendiri,  mau tidak mau idealisme itu harus pelan-pelan luruh. Walau tidak ada salahnya juga tetap menjaga idealisme, sebagai bagian dari kemewahan yang masih bisa kita rasakan.

Itulah yang saya rasakan sekarang, saya mesti pelan-pelan meluruhkan setiap idealisme yang pernah terpikirkan oleh saya, walaupun terasa klise, tapi semua ini adalah sebuah bagian dari realitas yang harus dihadapi untuk melangkah lebih jauh, karena pada kondisi saya, idealisme akan menjadi muskil jika saya tidak mau lebih toleran terhadap kenyataan untuk saat ini. Yah, paling tidak saya akan simpan baik-baik dibenak saya, dan suatu ketika nanti akan saya perjuangkan idealisme itu jika saya punya kesempatan.

Jadi bagi kalian semua yang masih memegang teguh idealisme kalian, berbanggalah bahwa kalian masih menikmati kemewahan yang kalian miliki. Dan bagi anda yang telah menemukan dan mewujudkan idealisme kalian, maka berbahagialah karena kalian adalah orang-orang yang luar biasa.

“When the spark of brilliance meets the cold stream of reality, Idealism is often the first casualty.”

 

Search

Enter Search KeyWord:     

Archives