The Real Baking Life

Dari sejak kecil, saya selalu punya cita-cita atau paling tidak keinginan untuk menjadi seorang Chef, Pâtissière, atau ahli dibidang kuliner. Mungkin karena saya terlalu banyak nonton film kartun seperti Yoichi Si Anak Citarasa, atau terlalu banyak baca komik seperti Yakitate Japan. Terlepas dari itu semua, saya memang ingin bisa memasak untuk semua orang disekitar saya. Kata orang, makan masakan yang enak juga bisa bikin kita bahagia, dan saya juga ingin orang yang memakan masakan saya menjadi bahagia 🙂

Apa hubungannya dengan posting kali ini? Yang jelas, temanya sekarang adalah tentang makanan #tibatibalaper 😛

Jika anda pernah memainkan game di Facebook dengan nama Baking Life, pastinya anda akan mengenal beberapa gambar roti maupun pastry berikut ini:

Ya, beberapa makanan diatas adalah jenis roti dan pastry yang dapat anda masak dan perjualbelikan dalam game Baking Life. Tapi pernahkah anda bertanya apa sih sebenarnya roti tersebut atau seperti apa wujud aslinya? Saya sendiri selalu punya pertanyaan itu, dan dari sekedar iseng-iseng, saya coba cari informasi dan foto terkait beberapa roti diatas. Berikut ini akan saya coba jelaskan beberapa hal tentang roti diatas. Silahkan teruskan baca disini

 

What is typography?

Apa itu tipografi? Menurut Ellen Lupton: “Typhography is what language looks like.”. Tipografi adalah bagaimana sebuah bahasa bisa ditampilkan secara visual, ini adalah seni dan teknik dalam membuat tulisan, modifikasi huruf dan mengatur susunan huruf maupun tulisan.

Tipografi umumnya dilakukan oleh tipografer, seniman grafis, pengarah seni dan siapapun yang memerlukan visual tulisan untuk menyampaikan pesan. Tujuan utama dari tipografi adalah pengaturan element desain tulisan yang ada sehingga memungkinkan pembaca untuk lebih fokus kepada pesan yang diberikan tanpa mengurangi kecepatan membacanya.

“Typography is two-dimensional architecture, based on experience and imagination, and guided by rules and readability. And this is the purpose of typography: The arrangement of design elements within a given structure should allow the reader to easily focus on the message, without slowing down the speed of his reading.” Hermann Zapf

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunakan Tipografi:

POSTER

silahkan teruskan membaca di sini

 

Tim & Stadion Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Anda tentu tahu bahwa sebentar lagi akan ada event sepakbola internasional yang bernama Piala Dunia, event yang akan di selenggarakan di negara Afrika Selatan ini akan berlangsung dari tanggal 11 Juni – 11 Juli 2010. Penasaran negara mana saja yang masuk kualifikasi dan akan bertanding pada acara ini? Berikut daftar 32 tim yang akan berlaga di kompetisi sepakbola terbesar itu:

AFC (Asian Footbal Confederation)
CAF (Confederation of African Football)
CONCACAF (Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football)
CONMEBOL (Confederación Sudamericana de Fútbol)
OFC (Oceania Football Confederation)
UEFA (Union of European Football Associations)

Semua tim dari berbagai negara yang lolos kualifikasi tersebut akan bertanding di beberapa stadion yang telah disediakan oleh panitia berikut:

Kota : Johannesburg
Nama Stadion : Soccer City Stadium
Lokasi : 26°14′5.27″S 27°58′56.47″E
Kapasitas : 94.700 Penonton

Photo:

Kota : Durban
Nama Stadion : Moses Mabhida Stadium
Lokasi : 29°49′46″S 31°01′49″E
Kapasitas : 70.000 Penonton

Photo:

Kota : Cape Town
Nama Stadion : Green Point/Cape Town Stadium
Lokasi : 33°54′12.46″S 18°24′40.15″E
Kapasitas : 69.070 Penonton

Photo:

Kota : Johannesburg
Nama Stadion : Ellis Park Stadium
Lokasi : 26°11′51.07″S 28°3′38.76″E
Kapasitas : 62.567 Penonton

Photo:

Kota : Pretoria
Nama Stadion : Loftus Versfeld Stadium
Lokasi : 25°45′12″S 28°13′22″E
Kapasitas : 51.760 penonton

Photo:

Kota : Port Elizabeth
Nama Stadion : Nelson Mandela Bay Stadium
Lokasi : 33°56′16″S 25°35′56″E
Kapasitas : 48.000 Penonton

Photo:

Kota : Bloemfontein
Nama Stadion : Free State Stadium
Lokasi : 29°07′02.25″S 26°12′31.85″E
Kapasitas : 48.000 Penonton

Photo:

Kota : Polokwane
Nama Stadion : Peter Mokaba Stadium
Lokasi : 23°55′29″S 29°28′08″E
Kapasitas : 46.000 Penonton

Photo:

Kota : Rustenburg
Nama Stadion : Royal Bafokeng Stadium
Lokasi : 25°34′43″S 27°09′39″E
Kapasitas : 44.530 Penonton

Photo:

Kota : Nelspruit
Nama Stadion : Mbombela Stadium
Lokasi : 25°27′42″S 30°55′47″E
Kapasitas : 43.589 Penonton

Photo:

source: http://www.fifa.com/worldcup/destination/stadiums – http://en.wikipedia.org/wiki/FIFA_World_Cup_2010

 

about tilt-shift photography

Posting ini didedikasikan untuk karya saya yang di pamerkan pada Pameran Unit Fotografi UGM “Urban Attack” di benteng Vredeburg Jogjakarta tanggal 26 – 30 Desember 2009. Dalam pameran ini saya menampilkan dua karya foto yang bagi saya sangat mengobati keinginan saya untuk ikut pameran foto lagi 🙂

Dari dua karya foto itu salah satunya foto lama saya yang pernah di pamerkan tahun 2007 lalu dengan judul ‘underconstruction’, dan satu lagi foto baru yang coba-coba saya masukkan untuk di pamerkan, untuk foto yang baru ini sebenarnya terdiri dari 4 buah gambar yang disatukan dalam satu frame, yaitu ’tilt-shift photography’.

Saya mencoba untuk mengangkat tema tilt-shift photography yang sebenarnya sudah sangat populer di beberapa negara eropa dan amerika, tapi belum begitu populer di Indonesia. Teknik foto ‘Tilt-shift’ menciptakan ilusi optik yang membuat gambar seolah-olah diambil dari model miniatur. Bagian luar foto yang tampak buram menciptakan trik bagi mata untuk mempersepsikan bagian yang tampak jelas merupakan bagian dari miniatur tersebut. Pada prinsipnya tilt-shift digunakan untuk mengubah perspektif dari sebuah gambar yang sering digunakan dalam fotografi arsitektur untuk memperbaiki ‘garis konvergen’.

Tilt-shift biasanya mengacu pada miring dari lensa, relatif terhadap film atau sensor, sambil menggunakan aperture besar untuk menghasilkan yang sangat dangkal ruang fokusnya (very shallow DOF). Dengan kata lain, lensa dapat dimiringkan sedemikian rupa sehingga hanya sebagian kecil dari gambar dalam fokus yang tajam. Berikut tampilan dari lensa kamera yang ’tilt’ dan ‘shift’:


lensa kamera ’tilt’


lensa kamera ‘shift’

Dari dua jenis lensa tersebut dapat dihasilkan gambar yang menyerupai miniatur seperti berikut ini:

Namun selain dengan pendekatan hardware tersebut (artinya dengan menggunakan peralatan yang didesain khusus untuk dapat menciptakan efek tersebut) kita juga bisa mengubah foto yang diambil dengan lensa kamera biasa menjadi tampak seperti tilt-shift image, hal ini dilakukan dengan melakukan editing foto menggunakan Adobe Photoshop, untuk tahu bagaimana caranya, silahkan kunjungi beberapa link berikut:
www.tiltshiftphotography.net
www.visualphotoguide.com

Sedangkan untuk beberapa hasil gambar dengan menggunakan teknik tilt-shift photography ini bisa anda lihat di link www.smashingmagazine.com

 

puisi anak dari lombok – Air

Beberapa waktu lalu saya melihat pameran hasil ekspedisi dari teman-teman MAPAGAMA (Mahasiswa Pecinta Alam Gadjah Mada) yang berlokasi di lombok. Kegiatan itu menurut saya cukup luar biasa dan inspiratif, karena banyak program yang dilaksanakan mengena dengan kondisi masyarakat disana, dan yang membuat saya sedikit salut adalah peserta dari ekspedisi itu adalah semua mahasiswi (putri), makanya nama ekspedisinya adalah Ekspedisi Putri Rinjani.

Trus yang membuat saya tertarik dari pameran itu adalah salah satu puisi yang waktu itu dipamerkan yang merupakan hasil ciptaan dari anak-anak di Lombok sana, sebenarnya puisinya cukup sederhana, tapi menurut saya sangat bagus, sederhana tapi sangat penuh makna… berikut puisi tersebut beserta gambar aslinya (maaf gambarnya agak kabur) :

Nama Saya Is

Air

air itu membuat kita mandi air membuat kita minum
air membuat kita masak air membuat kita hidup
air itu membuat kita hidup air itu akan membuat kita
hidup karna air itu membuat kita hidup karna
percaya hidup karna air itu karna air itu
air itu mencuci air itu membuat kita bahagia
air jangan dicemarkan air itu

 

Batik Indonesia

“merintang warna tradisi lama, menoreh karya kaya makna, cetusan sukma latar budaya, harapan hidup jadi bermakna

wastra budaya adiluhung, penuh kearifan cipta rasa karsa, dilambari niat menembah manekung, identitas budaya keberadaan bangsa”

Batik berasal dari kata “ambatik” (menulis titik) yang berarti membuat titik-titik hingga menjadi sebuah motif utuh. Banyak yang beranggapan bahwa batik berasal dari Indonesia, namun beberapa sumber mengatakan bahwa karya seperti batik tidak saja berasal dari Indonesia. Mungkin lebih bijaknya dikatakan bahwa karya seperti batik merupakan bagian dari peradaban dunia masa lalu. Bagaimanapun asal muasalnya, yang jelas batik yang eksis hingga saat ini adalah batik Indonesia.

Belum diketahui kapan pastinya batik itu mulai ada, tapi motif-motif batik yang ada hingga saat ini, dapat dilihat di beberapa artefak budaya berupa candi-candi seperti motif dasar lereng pada patung emas Syiwa abad 9 di Gemuruh Wonosobo; dasar motif ceplok pada pakaian patung Ganesha di Candi Banon dekat Borobudur (abad 9); motif liris pada Manjusri Ngemplak Semongan Semarang (awal abad 10). Sangat dimengerti karena batik juga merupakan salah satu karya seni yang melukiskan budaya sehingga berkaitan dengan karya budaya yang lainnya. Sebagai salah satu karya budaya bangsa, atau disebut barang budaya, batik pun berkembang sesuai jamannya.

Motif batik terekam secara pasti sejak jaman Mataram Islam yang berasal dari kalangan kraton, seperti parang rusak, semen rama, dll yang kemudian dikenal sebagai motif batik tradisional. Dari kraton inilah motif batik “diuri-uri” bahkan sebagai busana yang diatur penggunaannya, sehingga timbul adanya “motif larangan” yang hanya boleh dikenakan oleh kalangan strata tertentu.

Perkembangan motif batik Kraton menyebar bersama dengan berkembangnya hubungan dengan luar Kraton melalui perkawinan, niaga dan lain sebagainya. Sehingga motif batik kraton pun berkembang di luar Kraton Mataram. Dengan demikian muncul pula motif-motif batik pengaruh Kraton yang tersebar di Nusantara terutama di pulau jawa.

Keindahan batik Kraton yang dikala itu dikenakan sebagai “jarik” (berasal dari kata ojo sok serik – jangan suka sirik/iri) menarik masyarakat di luar kraton untuk bisa mengenakannya. Agar bisa mengenakan tanpa melanggar aturan yang telah ditetapkan, terciptalah motif-motif yang indah sebagai modifikasi motif batik kraton yang disebut motif batik Sudagaran yang tidak kalah indah dan halus dalam pengerjaannya. Dalam mengembangkan motif pada produk batiknya para saudagar/pengusaha batik inipun berinovasi sehingga mempunyai ciri khas, yang sekaligus memperkaya keanekaragaman motif batik Indonesia.

Perkembangan batik tidak hanya pada motifnya tetapi juga cara atau teknik pengerjaannya. Disamping itu juga pada bahan bakunya yang tidak hanya pada kain katun (mori), serta penggunaannya atau fungsinya tidak hanya sebagai jarik atau dodot.

Dari cara pengerjaan rintang warna, muncul canting cap dari yang semula canting tulis. Sehingga dikenal adanya batik tulis, batik cap dan batik kombinasi (tulis dengan cap). Juga pada proses ngengreng (mempola). Sehingga yang disebut batik salah satunya memenuhi syarat dengan proses perintangan warnyanya dengan lilin (malam).

Berkembangnya jaman menyebabkan batik pun berkembang, baik sebagai barang seni/barang budaya maupun sebagai komoditas ekonomi. Diharapkan batik main berkembang, namun jangan sampai perkembangannya tercerabut dari akarnya, dalam arti kearifan yang terkandung dalam simbolisasi motifnya, pada pengerjaanya yang ramah lingkungan tidak diabaikan atau ditinggalkan begitu saja. Untuk itula pengenalan, sosialisasi, pengajaran tentang batik secara utuh tetap diperlukan dan dilestarikan sebagai salah satu identitas, jati diri bangsa yang diharapkan bisa memperkokoh rasa dan wawasan kebangsaan.

sumber: Pameran Batik Nusantara – Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad.

 

Syair Penuh Rahasia

Pernah aku membuat janji untuk upload semua syair yang pernah ku tulis di Blogku ini, dan kupikir tidak ada salahnya untuk memulai dari sekarang. Bingung juga untuk memulai dari syair yang mana, sampai akhirnya kupilih yang ini:

Sebuah gubahan dari prosa yang ditulis oleh salah satu sastrawan angkatan 66 (kalo tidak salah…), silahkan dibaca:

PENUH RAHASIA

Jauh disana terhampar rumput hijau
Dibawah lingkungan pembatasan bumi dengan langit
Segaris hijau kebiruan pohon-pohonan
Langit yang kuning muda bersisik putih
Diantaranya terjalin warna sepuhan emas perada

Jauh sedikit dari sana
Tumpukan awan berbagai bentukyang terhalus puspa warna

Tak jauh darinya bintang sebuah kerlip-mengerlip seakan mata masih rungau
Terkadang-kadang benda kecil itu hilang disembunyikan awan putih

Hei, puspa warna berangsur menghilang lenyap di balik garis hijau tadi
Serta pancaran emas gagah perkasa itu diselimuti oleh awan tipis berbercak

Mengapa gelap ?
Mengapa berganti warna semacam ini, selaku sayu pandangan ?
Mengapa matahari kan sembunyi sendiri ?

Dingin …
Seluk membelai kenangan impian masa silam
Membangkit, mengorek perbendaharaan di kalbu

Mengapa mega kau tak bersolek lagi ?
Mengapa langit melengkung putih kebiruan menolak warna ?
Mengapa isi alam sunyi diam menyambut perubahan siang dan malam ?
Bukankah dibalik perubahan yang dingin mati disambut angin menyegar tubuh
Akh, bukankah Si Raja Siang yang gagah perkasa, yang memerintah selama siang itu
Diganti oleh Si Dewi Malam
Si Cantik manis akan memerintah semalaman dengan belaian sinar yang lembut itu
Dan di sisi sepuhan perak
Berkilau kerlipan permata terhampar di beledu biru
Bersukaria bermain caya

Bukankah,
Bukankah ribuan permata intan berlian
Tanding-bertanding menguji caya
Siapa terindah diantara berjuta ?
Memanglah
Tiap-tiap perubahan mengandung penuh rahasia

091999
yanwar i m

 

Game EZ2DJ

Sebenarnya beberapa hari yang lalu saya dan teman2 pergi ke Semarang untuk mencari data tentang KKN yang akan kami lakukan bulan Juli-Agustus 2009 mendatang di Karimunjawa. Tentu saja dengan gagah berani kami berlima berangkat dini hari dengan berkendara roda lima (satu ban cadangan dibelakang). Sesampai di Semarang kami langsung menuju tempat tujuan kami untuk mencari data yang kami butuhkan. Baru setelah itu kami putar-putar di Semarang kota Loenpia.

Salah satu yang saya kunjungi tentu saja adalah Mall Citraland di daerah simpang lima, kata orang kita bisa menilai kebudayaan suatu daerah dari pasar atau pusat perbelanjaannya, ini biasa dibuktikan oleh para arkeolog.

Kebiasaan saya jika masuk ke sebuah mall adalah mencari tempat hiburan console atau sering di sebut dengan ding-dong. Yang membuat saya kesana tentu saja adalah motivasi saya yang senang mengkoleksi segala jenis koin, dan yang paling mudah ditemukan adalah koin permainan macam itu. Biasanya saya hanya beli 2 koin, kemudian satu saya pergunakan untuk bermain sedang satunya lagi saya bawa pulang.

Tapi saat saya sedang berada di game station disana, saya senang sekali karena saya bertemu kembali dengan game favorit saya yang sudah lebih dari 7 tahun tidak saya mainkan. Game itu adalah EZ2DJ, game console turntable yang dulu saat SMP sering saya mainkan dengan teman saya Diska. Berikut console untuk game yang saya maksud itu:

Photobucket

Photobucket

Dulu, kami selalu bermain berdua hingga kami hapal setiap lagu yang ada. Jadi, bermain game itu saya menjadi terkenang kembali saat2 masih muda dulu (sekarang udah agak tua). Jika nanti ada kesempatan, akan saya coba lagi kemampuan saya yang sudah lama terpendam ini. hehehe.

 

syair pendek yang boleh dibaca

Sebenarnya ini adalah syair pendek yang dulu pernah aku bikin, kalo sekarang udah jarang banget nulis2 yang gak penting kayak gini. Kemaren waktu aku buka2 buku lagi dan baca2 lagi, ada perasaan aneh yang gak bisa dijelasin.

Yah, intinya aku hanya ingin berbagi saja, silahkan dibaca:

silahkan baca terusannya disini

 

Koleksi Uang Kertas Kuno

Sedikit mengulas masalah hobby nih, sebenarnya aku sempat menjadi seorang filatelis dan kolektor uang beberapa tahun yang lalu. Tapi saat ini udah berhenti karena kurang bisa menemukan keasikan dalam hal itu, dan tentu saja faktor kegigihan untuk bisa menemukan barang2 tersebut yang tidak begitu muncul. Koleksi perangko terakhir yang berhasil aku dapat adalah satu set edisi terbitan pertama 100 Tahun Bung Karno dan Bung Hatta, karena setelah mendapatkan itu, kegiatan mengumpulkan perangko tidak kuteruskan.

Beberapa kegiatan yang masih aku jalankan sampai saat ini adalah mengumpulkan berbagai jenis koin, mulai dari Uang Koin, Koin Game, dan apapun yang bentuknya berupa koin. Karena menurutku lebih mudah merawatnya dan lebih mudah mendapatkannya. Sampai sekarang mungkin ada sekitar 100 jenis koin yang udah aku punya, dan semoga terus bertambah. Harapannya kalo nanti udah banyak, mau aku simpan di gudangku sendiri mirip kaya paman gober itu, biar bisa berenang diantara kolam2 koin itu. he3x.

Selain Perangko dan Koin itu, sebenarnya ada lagi satu jenis barang yang sebenarnya tidak aku koleksi tapi aku punya, yaitu uang kertas kuno. Alasan kenapa aku punya aku sendiri tidak tahu karena uang kertas ini ada di album filateli ku jaman SMP dulu. Karena aku tidak bisa merawat dan menyimpannya, sebagian udah aku berikan pada saudaraku yang lebih perhatian sama uang kuno. Berikut ini beberapa uang kuno yang aku miliki, harapannya kalo ada yang tahu info apapun tentang uang2 ini bisa saling berbagi informasi. Atau bahkan jika ada yang tahu kalo uang itu bukan uang yang digunakan untuk sistem pembayaran alias uang palsu/mainan, silahkan comment, terima kasih.

1.
Photobucket Photobucket
Nilai tertera: 50 Pfg
Tahun tertera: Oktober 1922
Dimensi: 85 mm X 60 mm

2.
Photobucket Photobucket
Nilai tertera: 50 Pfg
Tahun tertera: Agustus 1921
Dimensi: 100 mm X 75 mm

3.
Photobucket Photobucket
Nilai tertera: 1 Mark
Tahun tertera: 1922
Dimensi: 100 mm X 70 mm

silahkan teruskan melihat secara lengkap disini

 

Search

Enter Search KeyWord:     

Archives