Jogja Istimewa Untuk Indonesia Jaya

Beberapa hari yang lalu saya berjalan di salah salah satu jalan protokol di kota kelahiran saya Jogjakarta, kemudian ada suara germuruh dari segerombolan orang yang naik motor seperti layaknya orang kampanye meski tidak membawa atribut apapun, hanya baju biasa saja. Orang-orang tersebut kemudian membagikan selebaran berupa kertas folio yang penuh dengan tulisan. Ternyata segerombolan itu adalah orang yang kembali menyuarakan tentang isu UU Keistimewaan Yogyakarta. Memang dulu isu ini sempat ramai dan dibahas di kalangan anggota DPR. Berbagai upaya pun telah diusahakan oleh orang Jogja untuk tetap mempertahankan status Keistimewaan Yogyakarta.

Saat ini isu itu seperti telah dilupakan, kalah dengan isu-isu lain yang lebih heboh seperti kasus kaburnya beberapa koruptor keluar negeri atau kasus-kasus lain yang lebih ‘menjual’. Tapi dari aksi yang saya temui tadi, ternyata orang Jogja sendiri tidak pernah melupakan dan tetap memperjuangkan status Keistimewaan Jogja ini. Yang menjadi kekaguman saya bukanlah aksi putar-putar kota dengan kebisingan dari suara motor itu, tapi tentang selebaran yang dibagikan. Setelah membaca tulisan yang terdapat didalamnya saya merasa betul bahwa tulisan itu mewakili orang Jogja, dalam hal ini adalah segi pembahasaannya, terasa halus namun tegas. Berikut potongan dari tulisan tersebut:

(more…)

 

Impresionis

Dalam posting saya kali ini, saya ingin memasukkan sedikit unsur seni seperti yang dulu pernah menjadi ketertarikan saya. Untuk informasi saja, saya hanyalah seorang penikmat seni, dan bukan pencipta seni. Ya bisa dibilang saya menyukai barang-barang bernilai seni tapi tidak terlalu pintar dalam berkarya. Sebagai mana saya menikmati waktu saya dalam mendengarkan musik dan menikmati karya seni lukisan ataupun foto di berbagai pameran seni tapi tidak bisa mencipta lagu ataupun melukis.

Satu hal yang dulu pernah saya gemari adalah tentang karya seni lukisan, beruntung saya tumbuh ditengah keluarga seni, walau tidak hanya seni lukis saja. Dua paman saya bergerak di bidang seni kriya dan almarhum kakek serta ibu saya dulu di seni tari. tapi entah kenapa saya sendiri gak pernah terlihat bakat seninya mengikuti mereka.
Ya sudah lah, tidak perlu dibahas lebih lanjut. Yang jelas dalam posting ini saya ingin menampilkan ketertarikan saya dulu terhadap satu jenis aliran dalam seni lukis dunia. Impresionis.

Aliran seni lukis impresionis ada mulai abad 19 yang berasalah dari pelukis-pelukis Perancis yang melalui pameran-pamerannya cukup menonjol selama tahun 1870an dan 1880an. Asal nama impresionis sendiri diturunkan dari judul sebuah lukisan oleh Claude Monet yang berjudul Impression, soleil levant (Impression, Sunrise) berikut:

Karakteristik dari aliran lukisan impresionis adalah cenderung kecil, tipis, namun sapuan kuas terlihat, komposisi terbuka, penekanan pada penggambaran akurat dari cahaya dan kualitasnya yang berubah (sering menonjolkan perjalanan waktu), umum, subjek biasa, dimasukkannya gerakan sebagai elemen penting dari persepsi dan pengalaman manusia, dan sudut visual yang tidak biasa.

Tokoh-tokoh yang tergabung dalam aliran impresionis ini antara lain:

(more…)

 

The Real Baking Life

Dari sejak kecil, saya selalu punya cita-cita atau paling tidak keinginan untuk menjadi seorang Chef, Pâtissière, atau ahli dibidang kuliner. Mungkin karena saya terlalu banyak nonton film kartun seperti Yoichi Si Anak Citarasa, atau terlalu banyak baca komik seperti Yakitate Japan. Terlepas dari itu semua, saya memang ingin bisa memasak untuk semua orang disekitar saya. Kata orang, makan masakan yang enak juga bisa bikin kita bahagia, dan saya juga ingin orang yang memakan masakan saya menjadi bahagia 🙂

Apa hubungannya dengan posting kali ini? Yang jelas, temanya sekarang adalah tentang makanan #tibatibalaper 😛

Jika anda pernah memainkan game di Facebook dengan nama Baking Life, pastinya anda akan mengenal beberapa gambar roti maupun pastry berikut ini:

Ya, beberapa makanan diatas adalah jenis roti dan pastry yang dapat anda masak dan perjualbelikan dalam game Baking Life. Tapi pernahkah anda bertanya apa sih sebenarnya roti tersebut atau seperti apa wujud aslinya? Saya sendiri selalu punya pertanyaan itu, dan dari sekedar iseng-iseng, saya coba cari informasi dan foto terkait beberapa roti diatas. Berikut ini akan saya coba jelaskan beberapa hal tentang roti diatas. Silahkan teruskan baca disini

 

Akronim Populer di Internet

Pernahkan anda menjumpai beberapa singkatan yang tidak anda ketahui artinya selama anda berselancar di dunia maya? Sering timbul pertanyaan tentang apa maksud dari akronim yang orang biasa berikan dalam aktifitas mereka berkomunikasi melalui media internet. Meski beberapa akronim sudah sangat umum digunakan namun ada beberapa pula yang mungkin baru pertama kali kita dengar.

Berikut ini daftar beberapa akronim yang sudah biasa digunakan oleh pengguna di dunia maya:

AFAIK : As Far As I Know
AFK : Away From Keyboard
ASAP : As Soon As Possible
BRB : Be Right Back
BTW : By The Way
CID : Crying In Disgrace
CMIIW : Contact Me If I’m Wrong
CU : See You
FAQ : Frequently Asked Question
FYI : For Your Information
GBU : God Bless You
GTG : Got To Go
ILU : I Love You
IMO : In My Opinion
IMHO : In My Humble Opinion
KIT : Keep In Touch
LOL : Laugh Out Loud
LMAO : Laugh My Ass Off
OMG : Oh My God
OT : Off Topic
OTOH : On The Other Hand
OTW : On The Way
PPL : People
ROFL : Rolling On Floor Laughing
TCOY : Take Care Of Yourself
THX : Thanks
TTYL : Talk To You Later
TY : Thank You
WOOT : We Own the Other Team
WTF : What The Fuck

Jadi, paling tidak anda sudah tahu apa maksud dari berbagai singkatan atau akronim yang kadang menghiasi berbagai artikel atau pembicaraan di dunia maya ini. Jika akronim yang anda cari tidak terdapat pada daftar diatas, silahkan anda lihat pada halaman Yahoo! Answer ini untuk lebih lengkapnya.

 

What is typography?

Apa itu tipografi? Menurut Ellen Lupton: “Typhography is what language looks like.”. Tipografi adalah bagaimana sebuah bahasa bisa ditampilkan secara visual, ini adalah seni dan teknik dalam membuat tulisan, modifikasi huruf dan mengatur susunan huruf maupun tulisan.

Tipografi umumnya dilakukan oleh tipografer, seniman grafis, pengarah seni dan siapapun yang memerlukan visual tulisan untuk menyampaikan pesan. Tujuan utama dari tipografi adalah pengaturan element desain tulisan yang ada sehingga memungkinkan pembaca untuk lebih fokus kepada pesan yang diberikan tanpa mengurangi kecepatan membacanya.

“Typography is two-dimensional architecture, based on experience and imagination, and guided by rules and readability. And this is the purpose of typography: The arrangement of design elements within a given structure should allow the reader to easily focus on the message, without slowing down the speed of his reading.” Hermann Zapf

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunakan Tipografi:

POSTER

silahkan teruskan membaca di sini

 

Mari Terus Mengeluhkan Indonesia

The Flag of Indonesia


Posting ini bukan sepenuhnya tulisan saya sendiri, esay ini saya baca dari portal berita terkemuka di Indonesia pada bagian Kolom yang ditulis oleh salah seorang wartawannya. Saya tertarik dengan artikel pertama kali dari judulnya, setelah membaca ternyata memang menarik bagaimana si penulis memandang segala pendapat warna negara Indonesia terhadap masalah yang dihadapi bangsa ini.
Tulisan aslinya bisa anda baca di http://bit.ly/e14Ixc. Silahkan dibaca, saya hanya ingin sharing saja.

Jakarta – Saya sering kali mendengar keluhan dari sejumlah kawan mengenai negara Indonesia. Di mata mereka, tidak ada yang benar terkait dengan negara Indonesia. Semuanya salah. Semuanya buruk. Namun, tidak satu pun dari yang berani atau berencana meninggalkan Indonesia.

Saat menonton televisi, membaca koran, mendengar radio, hal yang sama saya tangkap. Indonesia begitu buruk. Indonesia ibarat terkena penyakit ganas, yang sebentar lagi mati. Sekali lagi, tidak satu pun menyatakan diri akan meninggalkan Indonesia.

Biasanya, jika kita sudah tidak suka dengan sesuatu, ada dua pilihan yakni memperbaikinya atau meninggalkannya. Sungguh konyol tidak menyukai sesuatu, tapi terus mengeluhkannya sepanjang waktu. Tapi itulah pilihannya.

Yang mengatakan Indonesia buruk, bukan hanya mereka yang terkalahkan dari sistem liberalisme ekonomi yang sudah mengobrak-abrik Nusantara sejak pertengahan abad ke-19. Juga mereka yang sebenarnya makan dan minum dari uang negara Indonesia.

Misalnya, setelah rezim Soeharto jatuh, membuat ruang kekuasaan menjadi sangat terbuka. Orang kaya maupun orang miskin masuk menjadi bagian dari kekuasaan. Mereka ini sebelumnya para pengeluh dan menilai Indonesia sangat buruk.

Tidak ada perubahaan yang signifikan dilakukan mereka selama duduk dalam ruang kekuasaan. Menariknya mereka pun turut mengeluh, dan mengatakan Indonesia buruk. Mereka lebih berperan sebagai juru bicara ‘kemarahan’ rakyat. Mereka pun rela bermain drama saling memarahi, tanpa melakukan perubahaan dari apa yang dipersoalkan. Yang penting bagi mereka, mampu mengekspresikan kemarahan rakyat, terutama melalui ruang-ruang media massa.

silahkan teruskan baca disini..

 

Sajakku di Karimunjawa

Kemarin, cahaya mentari merah jambu, jatuh lembut di warna hijau dedaunan, perpaduan warna yang jarang kunikmati hingga saat ini.

Memang sore itu sore yang cerah di Karimunjawa. Sebuah pulau di tengah Laut Jawa yang tak kalah dengan Kepulauan Maladewa.

Angin paginya menyegarkan dada, dan cahaya suryanya menghangatkan raga, sedang kuning emas senjanya memanjakan mata.

Andai ia jadi kesini, akan kuceritakan tentang nyanyian ombak yang mengalun diatas pasir, akan kubagikan suasana senja yang akan membuatnya menutup mata sementara, menikmati hari ini dari lubuk hati, tak perlu melihat karena setiap indra turut merasakan, tak perlu mendenganr karena seluruh jiwa cukup tergetarkan, dan segenap rasa cukup menikmati setiap detik yang terbuang.

Yah.. itu jika ia jadi kesini, banyak yang ingin aku berikan, banyak yang ingin aku isyaratkan.. hah, memang berkhayal itu melelahkan…

15 Juli 2009
saat mentari mulai membentuk bayang

Yanwar I.M.

 

Aku Jatuh Cinta ~ Tompi

Aku Jatuh Cinta
By Tompi

Hari ini aku telah jatuh cinta
Tak kan mampu aku menyangkalnya
Jatuh cinta kepadamu
Sosok yang sering menjengkelkan aku
Sering menggangguku
Kau permainkan rasa hatiku
Namun kini aku berbalik
Jatuh cinta dan bernyanyi

Reff
Aku jatuh cinta kepada dirimu
Orang yang tak pernah ku bayangkan
Tak pernah ku mimpikan
Untuk bisa menjadi pacarku

Malam ini aku berniat
Untuk mengatakan rasa cintaku
Semoga tanganku berjodoh
Untuk bertepuk dengan cintamu

Back to Reff

Jadi pacarku… jadi pacarku

 

a journey of I am in a happy sunday

Pada posting ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya melalui hari minggu ( 23/05) yang cukup melelahkan tapi menyenangkan, salah satunya adalah menghadiri Plesiran Ngisor Ringin, sebuah acara gathering para GoodReaders Jogja, FYI: Goodreaders adalah sebutan untuk para anggota goodreads.com yang merupakan sebuah website jejaring pembaca buku di seluruh dunia.

Ok, mulai dari mana ini??? Beberapa orang membuat LPM atau Lapanta menurut versi mereka sendiri, dan saya bertanya2 apakah itu Lapanta? Beberapa waktu kemudian saya baru tahu kalo lapanta ternyata kependekan dari Laporan Pandangan Mata, istilah yang dulu populer digunakan oleh reporter radio saat melaporkan kejadian di lapangan. Tulisan ini semacam laporan atau jurnal kegiatan untuk acara kopdar yang kemaren sudah dilakukan. Apakah tulisan/posting ini akan jadi seperti itu? Jawabannya Tidak.

Tulisan ini tidak akan serunut dan sedetail Lapanta seorang Pra yang mengaku bukan moderator, atau journal milik Nat dengan sentuhan cerita mengharukan di akhirnya, atau LPM resmi dari Ika yang ditunjuk langsung oleh seorang Dokter Iyut beserta asistennya Petra. Tidak, ini hanya akan jadi kisah perjalanan seorang Saya yang berada pada waktu yang tepat bersama mereka. Mohon maaf jika sedikit personal, namanya juga blog pribadi… baca selengkapnya disini

 

Tentang “Everybody Draw Mohammed Day – 20 Mei”

Saya tahu bahwa ini berawal dari salah paham dari seorang http://mollynorris.com yang membuat kehebohan dengan membuat halaman “Everybody Draw Mohammed Day” di jejaring sosial Facebook. Banyak kontroversi yang kemudian muncul dengan adanya halaman ini.

Bagi muslim tentu tahu, kehebohan ini muncul karena dalam ajaran agama Islam sendiri tidak diperbolehkan menggambarkan Nabi atau Rasul dengan bentuk serupa manusia, baik itu dalam bentuk gambar maupun patung. Dengan adanya halaman itu, sontak memicu berbagai pendapat dikalangan masyarakat yang pro maupun kontra. Muslim jelas menentang aksi ini, tapi bagi mereka yang non muslim, penolakan ini dianggap sebagai bentuk pembatasan yang tidak berdasar, mereka berfikir bahwa mereka seharusnya bebas menggambar karakter siapapun yang mereka inginkan.

Perlawanan terhadap gerakan ini pun muncul di halaman facebook sebagai reaksi menentang, salah satunya adalah Against “Everybody Draw Mohammed Day – May 20” dan saya tergabung di dalamnya. Ada satu pesan yang saya share pada halaman itu yang berbunyi:

“Liberty or creativity must be followed by responsibility… It’s a muslim faith that Muhammad SAW should never be illustrated in human form, and others (non-muslim) should respect that. Thank you.”

Bahwa kebebasan dalam berkreatifitas hendaknya di ikuti dengan sebuah tanggung jawab, sudah menjadi keyakinan seorang muslim bahwa Nabi Muhammad SAW tidak boleh digambarkan dalam sosok manusia, dan seharusnya bagi orang non muslim bisa menghargai hal itu.

Ternyata pesan itu mendapat respon dari orang yang non-muslim dan mempertanyakan hal berikut:

“Please justify to me why I must follow your religious doctrine? Then why do Yanwar start this thread by saying that “Muhammad SAW should never be illustrated in human form, and others (non-muslim) should respect that”. I do respect all your ways of life as well as I respect myself. By the way, I do not understand where that comment came from or what its purpose is. But I respect myself as well as others and their beliefs. I do however, have a strong objection to being told how to or not to think about any religion. I know what I will answer to my question and I justify to myself daily my beliefs. I would like a believer to explain to me why he thinks it is necessary for me to follow anything religious just because he says so.”

Dan jawaban saya jelas dengan sedikit mengambil dari analogi yang sangat sederhana:

“Yup, its all about respect, I believe that religions do have rights just like human. Take a simple sample: if you don’t want somebody step on the grass in your front yard, others should respect that. I know you have your own reason from forbidding people do that.

other sample: we should never park in the ‘disable parking space’ if we are “normal” people. why? because we should respect to others right, the disabled person’s right.

It is similar with: if you don’t want other people swim in your swimming pool? Do you need to tell them what is the reason? I think its not important, it’s your swimming pool, you have your own rule and other people should understand that.

I don’t force you to follow my religions doctrine, I never force anyone to follow my religions doctrine, that’s why I used the word ‘should’. I didn’t say that “others (non-muslim) MUST respect that”. Islam is the religion of peace, but you should understand too that Islam have the limit of tolerance.

In this case, you can draw any cartoon character figure as you want, we respect your creativity and your liberty. What we moslem don’t agree is if you claim your drawing is Muhammad SAW, the last prophet of Islam.

So, please understand that, thank you.”

Ya, anda pasti tahu maksud jawaban saya diatas, intinya adalah tentang saling menghargai, saya yakin bahwa agama juga memiliki haknya, sebut saja hak untuk berkembang, hak untuk menjalankan keyakinannya, hak untuk dihormati, dll. Ambil saja sebuah contoh sederhana, jika anda tidak ingin orang lain menginjak rumput di halaman rumah anda, seharusnya bagi orang lain yang tahu, memahami hal itu, dan saya yakin anda punya alasan sendiri kenapa anda melarang orang melakukannya.

Contoh lain yang mungkin cocok untuk kasus ini adalah jika kita tidak mau orang lain berenang di kolam renang milik kita, apakah perlu kita menjelaskan apa alasannya? saya pikir itu menjadi tidak penting karena kolam itu adalah kolam renang kita sendiri, dan kita punya aturan sendiri dalam menggunakannya, dengan tahu hal itu, seharusnya orang lain memahami dan menghormati larangan tersebut, bukannya malah memaksa dan nekat berenang di kolam kita. Jadi menurut anda bagaimana? Benar atau salah?

Saya yakin bahwa saya tidak pernah memaksa orang untuk memahami dan mengikuti ajaran Islam, karena bagi saya sendiri, saya merasa belum sepenuhnya menjalankan ajaran agama yang saya anut sendiri. Tapi yang ingin saya jelaskan bahwa bagi orang lain yang berbeda keyakinan untuk bisa menghargai dan menghormati aturan yang ada dalam suatu ajaran agama lain.

Siapapun boleh menggambar karakter apapun yang meraka inginkan, tapi yang tidak berkenan adalah jika mereka menyatakan bahwa gambar tersebut adalah gambar Nabi Muhammad SAW yang bagi agama Islam dilarang penggambarannya dalam rupa manusia (itulah kenapa Nabi Muhammad SAW selalu digambarkan dengan tulisan arab-seperti gambar di paling atas, atau dilambangkan dengan cahaya yang terang dalam suatu adegan film).

Semoga ini bisa memperjelas maksud pendapat saya dan bisa sedikit memberi pemahaman bagi yang merasa berbeda pendapat dengan saya. Tapi saya tetap menghormati jika anda memiliki pendapat yang lain.

اللّه أكبر

 

Search

Enter Search KeyWord:     

Archives