<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>YANWORKS.WEB.ID/blog</title>
	<atom:link href="http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yanworks.web.id/blog</link>
	<description>Sesuatu yang ingin ditulis dan dibaca sebagaimana mestinya.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Sep 2011 07:31:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Jogja Istimewa Untuk Indonesia Jaya</title>
		<link>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=692</link>
		<comments>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=692#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 04:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanworks</dc:creator>
				<category><![CDATA[LifeStyle]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanworks.web.id/blog/?p=692</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya berjalan di salah salah satu jalan protokol di kota kelahiran saya Jogjakarta, kemudian ada suara germuruh dari segerombolan orang yang naik motor seperti layaknya orang kampanye meski tidak membawa atribut apapun, hanya baju biasa saja. Orang-orang tersebut kemudian membagikan selebaran berupa kertas folio yang penuh dengan tulisan. Ternyata segerombolan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat" src="http://4.bp.blogspot.com/_xZ84s4IKQ8Q/TQeGfbipM2I/AAAAAAAAAFY/yqy9x2gwfUw/s320/jogja1.png" alt="" width="158" height="158" /> <img class="alignnone" title="Kota Pradja Yogyakarta" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6a/Seal_of_the_City_of_Yogyakarta.svg/357px-Seal_of_the_City_of_Yogyakarta.svg.png" alt="" width="109" height="158" /> <img class="alignnone" title="Indonesia" src="https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/graphics/flags/large/id-lgflag.gif" alt="" width="229" height="153" /></p>
<p>Beberapa hari yang lalu saya berjalan di salah salah satu jalan protokol di kota kelahiran saya Jogjakarta, kemudian ada suara germuruh dari segerombolan orang yang naik motor seperti layaknya orang kampanye meski tidak membawa atribut apapun, hanya baju biasa saja. Orang-orang tersebut kemudian membagikan selebaran berupa kertas folio yang penuh dengan tulisan. Ternyata segerombolan itu adalah orang yang kembali menyuarakan tentang isu UU Keistimewaan Yogyakarta. Memang dulu isu ini sempat ramai dan dibahas di kalangan anggota DPR. Berbagai upaya pun telah diusahakan oleh orang Jogja untuk tetap mempertahankan status Keistimewaan Yogyakarta.</p>
<p>Saat ini isu itu seperti telah dilupakan, kalah dengan isu-isu lain yang lebih heboh seperti kasus kaburnya beberapa koruptor keluar negeri atau kasus-kasus lain yang lebih &#8216;menjual&#8217;. Tapi dari aksi yang saya temui tadi, ternyata orang Jogja sendiri tidak pernah melupakan dan tetap memperjuangkan status Keistimewaan Jogja ini. Yang menjadi kekaguman saya bukanlah aksi putar-putar kota dengan kebisingan dari suara motor itu, tapi tentang selebaran yang dibagikan. Setelah membaca tulisan yang terdapat didalamnya saya merasa betul bahwa tulisan itu mewakili orang Jogja, dalam hal ini adalah segi pembahasaannya, terasa halus namun tegas. Berikut potongan dari tulisan tersebut:</p>
<blockquote><p><span id="more-692"></span>Ada suatu tradisi kultural yang harus dihormati di Jogja, yaitu masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dengan falsafah hidup orang Jawa-nya dikenal dengan kesantunannya, sikap toleransinya agar tercipta keharmonisan yang manjing ajur-ajer, berbaur tanpa merusak tatanan atau sistem yang telah ada. Namun sekaligus masyarakat Jogja juga diajarkan fakta historisnya Jogja tidak pernah melukai harga diri bangsa ini dengan melakukan pengkhianatan atau pemberontakan apalagi pengingkaran terhadap Merah Putih dan Pancasila. Bahkan dari dan oleh Jogja lah Republik Indonesia yang kala itu baru lahir, terselamatkan, tetap diakui eksistensinya dan terjaga harga dirinya di mata dunia internasional.</p>
<p>Namun, apa yang terjadi di pentas panggung Republik Indonesia saat ini adalah semakin memudarnya rasa patriotik, nasionalisme, kebangsaan yang ditandai munculnya dengan gerakan sektarian atas nama agama, suku, ras, golongan. Munculnya anak-anak bangsa ini yang tidak punya andil sedikitpun pada perjuangan kemerdekaan Indonesia, bersikap angkuh, merasa paling benar dan berhak, menafikkan jasa-jasa para Founding Fathers dengan kata lain melupakan sejarah.</p>
<p>Ditambah lagi dengan semakin menjamurnya pragmatisme politik, budaya, pendidikan, kesenjangan ekonomi, telah menjadi fenomena akut dalam berbagai aspek kehidupan. Di tengah masyarakat kita menggejala suasana depresi sosial secara sistemik yang disebagkan oleh hilangnya rasa cinta sesama anak bangsa. Kelas elite kehilangan kepekaannya pada kawula alit. Sedang rakyat kecil juga saling mendzalimi rakyat kecil lainnya yang dianggap lebih lemah atau berbeda selera keyakinan, bendera dan akhirnya sikap fanatisme pada kelompknya menjadi pemandangan yang ada dimana-mana. Akibatnya masyarakat kecil yang menjadi ‘tumbal’ dari beragam suasana carut-marut tersebut.</p>
<p>Maka segala potensi kerusuhan maupun upaya menciderai keistimewaan Jogja harus dibendung dan dihadang. Gerakan agar Jogja tetap aman dan nyaman musti berporoskan pada pelaksanaan Pancasila, nurani pada tataran moralitas secara kolektif, simultan dan berkesinambungan. Tidak cukup dengan spanduk, jargon klaim massa terbanyak dan sudah bukan modelnya ‘numpang terkenal&#8217;.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2&#038;p=692</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Impresionis</title>
		<link>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=680</link>
		<comments>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=680#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 13:36:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanworks</dc:creator>
				<category><![CDATA[LifeStyle]]></category>
		<category><![CDATA[Simple Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanworks.web.id/blog/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Dalam posting saya kali ini, saya ingin memasukkan sedikit unsur seni seperti yang dulu pernah menjadi ketertarikan saya. Untuk informasi saja, saya hanyalah seorang penikmat seni, dan bukan pencipta seni. Ya bisa dibilang saya menyukai barang-barang bernilai seni tapi tidak terlalu pintar dalam berkarya. Sebagai mana saya menikmati waktu saya dalam mendengarkan musik dan menikmati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam posting saya kali ini, saya ingin memasukkan sedikit unsur seni seperti yang dulu pernah menjadi ketertarikan saya. Untuk informasi saja, saya hanyalah seorang penikmat seni, dan bukan pencipta seni. Ya bisa dibilang saya menyukai barang-barang bernilai seni tapi tidak terlalu pintar dalam berkarya. Sebagai mana saya menikmati waktu saya dalam mendengarkan musik dan menikmati karya seni lukisan ataupun foto di berbagai pameran seni tapi tidak bisa mencipta lagu ataupun melukis.</p>
<p>Satu hal yang dulu pernah saya gemari adalah tentang karya seni lukisan, beruntung saya tumbuh ditengah keluarga seni, walau tidak hanya seni lukis saja. Dua paman saya bergerak di bidang seni kriya dan almarhum kakek serta ibu saya dulu di seni tari. tapi entah kenapa saya sendiri gak pernah terlihat bakat seninya mengikuti mereka.<br />
Ya sudah lah, tidak perlu dibahas lebih lanjut. Yang jelas dalam posting ini saya ingin menampilkan ketertarikan saya dulu terhadap satu jenis aliran dalam seni lukis dunia. Impresionis.</p>
<p>Aliran seni lukis impresionis ada mulai abad 19 yang berasalah dari pelukis-pelukis Perancis yang melalui pameran-pamerannya cukup menonjol selama tahun 1870an dan 1880an. Asal nama impresionis sendiri diturunkan dari judul sebuah lukisan oleh <a title="Claude Monet" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Claude_Monet" target="_blank"><strong>Claude Monet</strong></a> yang berjudul Impression, soleil levant (Impression, Sunrise) berikut:</p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5c/Claude_Monet%2C_Impression%2C_soleil_levant%2C_1872.jpg"><img class="aligncenter" title="Impression, soleil levant by Claude Monet" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5c/Claude_Monet%2C_Impression%2C_soleil_levant%2C_1872.jpg" alt="" width="494" height="380" /></a></p>
<p>Karakteristik dari aliran lukisan impresionis adalah cenderung kecil, tipis, namun sapuan kuas terlihat, komposisi terbuka, penekanan pada penggambaran akurat dari cahaya dan kualitasnya yang berubah (sering menonjolkan perjalanan waktu), umum, subjek biasa, dimasukkannya <em>gerakan</em> sebagai elemen penting dari persepsi dan pengalaman manusia, dan sudut visual yang tidak biasa.</p>
<p>Tokoh-tokoh yang tergabung dalam aliran impresionis ini antara lain:</p>
<p><a title="Alfred Sisley" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alfred_Sisley" target="_blank"><strong><span id="more-680"></span>1. Alfred Sisley (1839-1899)</strong></a><br />
<a title="Pierre-Auguste Renoir" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pierre-Auguste_Renoir" target="_blank"><img class="aligncenter" title="Bridge at Villeneuve la Garenne by Alfred Sisley" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a5/Sisley-Bridge_at_Villeneuve-la-Garenne.jpg" alt="" width="500" height="382" /><br />
</a><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/03/Alfred_Sisley_050.jpg/800px-Alfred_Sisley_050.jpg"><img class="aligncenter" title="Regatta at Molesey by Alfred Sisley" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/03/Alfred_Sisley_050.jpg/800px-Alfred_Sisley_050.jpg" alt="" width="500" height="352" /></a></p>
<p><a title="Pierre-Auguste Renoir" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pierre-Auguste_Renoir" target="_blank"><strong>2. Piere-Auguste Renoir (1841-1919)</strong></a><br />
<a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4d/Pierre-Auguste_Renoir_007.jpg/476px-Pierre-Auguste_Renoir_007.jpg"><img class="aligncenter" title="On the Terrace by Pierre-Auguste Renoir" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4d/Pierre-Auguste_Renoir_007.jpg/476px-Pierre-Auguste_Renoir_007.jpg" alt="" width="500" height="630" /><br />
</a><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/Pierre-Auguste_Renoir%2C_Le_Moulin_de_la_Galette.jpg/800px-Pierre-Auguste_Renoir%2C_Le_Moulin_de_la_Galette.jpg"><img class="aligncenter" title="Le Moulin de la Galette by Piere-Auguste Renoir" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/Pierre-Auguste_Renoir%2C_Le_Moulin_de_la_Galette.jpg/800px-Pierre-Auguste_Renoir%2C_Le_Moulin_de_la_Galette.jpg" alt="" width="500" height="372" /></a></p>
<p><strong><a title="Camille Pissarro" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Camille_Pissarro" target="_blank">3. Camille Pissarro (1830-1903)</a></strong><br />
<a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0c/Camille_Pissarro_008.jpg/743px-Camille_Pissarro_008.jpg"><img class="aligncenter" title="Boulevard Montmartre au printemps by Camille Pissarro" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0c/Camille_Pissarro_008.jpg/743px-Camille_Pissarro_008.jpg" alt="" width="500" height="403" /><br />
</a><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9d/Pissarro_recolte-des-foins.jpg/771px-Pissarro_recolte-des-foins.jpg"><img class="aligncenter" title="La Récolte des Foins by Camille Pissarro" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9d/Pissarro_recolte-des-foins.jpg/771px-Pissarro_recolte-des-foins.jpg" alt="" width="500" height="389" /></a></p>
<p><strong><a title="Édouard Manet" href="http://en.wikipedia.org/wiki/%C3%89douard_Manet" target="_blank">4. Édouard Manet (1832–1883)</a></strong><br />
<a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b6/Flowers_in_a_Crystal_Vase%2C_Edouard_Manet%2C_c1882.jpg/449px-Flowers_in_a_Crystal_Vase%2C_Edouard_Manet%2C_c1882.jpg"><img class="aligncenter" title="Flower in a Crystal Vase by Edouard Manet" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b6/Flowers_in_a_Crystal_Vase%2C_Edouard_Manet%2C_c1882.jpg/449px-Flowers_in_a_Crystal_Vase%2C_Edouard_Manet%2C_c1882.jpg" alt="" width="500" height="666" /><br />
</a><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/30/Edouard_Manet_030.jpg/495px-Edouard_Manet_030.jpg"><img class="aligncenter" title="The Cafe Concert by Édouard Manet" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/30/Edouard_Manet_030.jpg/495px-Edouard_Manet_030.jpg" alt="" width="500" height="606" /></a></p>
<p><a title="Edgar Degas" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Edgar_Degas" target="_blank"><strong>5. Edgar Degas (1834-1917)</strong></a><br />
<a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a7/Edgar_Germain_Hilaire_Degas_021.jpg/538px-Edgar_Germain_Hilaire_Degas_021.jpg"><img class="aligncenter" title="La Classe de Danse by Edgar Degas" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a7/Edgar_Germain_Hilaire_Degas_021.jpg/538px-Edgar_Germain_Hilaire_Degas_021.jpg" alt="" width="500" height="558" /><br />
</a><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/83/Edgar_Degas_-_At_the_Races.jpg"><img class="aligncenter" title="At The Races by Edgar Degas" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/83/Edgar_Degas_-_At_the_Races.jpg" alt="" width="501" height="377" /></a></p>
<p><a title="Paul Cézanne" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Cézanne" target="_blank"><strong>6. Paul Cézanne (1839-1906)</strong></a><br />
<a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/79/Paul_C%C3%A9zanne_169.jpg/731px-Paul_C%C3%A9zanne_169.jpg"><img class="aligncenter" title="Still Life, Drapery, Pitcher, and Fruit Bowl by Paul Cézanne" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/79/Paul_C%C3%A9zanne_169.jpg/731px-Paul_C%C3%A9zanne_169.jpg" alt="" width="500" height="411" /><br />
</a><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3d/Paul_C%C3%A9zanne%2C_Les_joueurs_de_carte_%281892-95%29.jpg/720px-Paul_C%C3%A9zanne%2C_Les_joueurs_de_carte_%281892-95%29.jpg"><img class="aligncenter" title="Les Joueurs de Carte by Paul Cézanne" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3d/Paul_C%C3%A9zanne%2C_Les_joueurs_de_carte_%281892-95%29.jpg/720px-Paul_C%C3%A9zanne%2C_Les_joueurs_de_carte_%281892-95%29.jpg" alt="" width="500" height="416" /></a></p>
<p><a title="Paul Gauguin" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Gauguin" target="_blank"><strong>7. Paul Gauguin (1848-1903)</strong></a><br />
<a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/12/Paul_Gauguin_085.jpg/460px-Paul_Gauguin_085.jpg"><img class="aligncenter" title="Les Alyscamps by Paul Gauguin" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/12/Paul_Gauguin_085.jpg/460px-Paul_Gauguin_085.jpg" alt="" width="500" height="651" /><br />
</a><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/55/I_raro_te_Oviri_-_Gauguin.JPG/800px-I_raro_te_Oviri_-_Gauguin.JPG"><img class="aligncenter" title="I Raro te Oviri by Paul Gauguin" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/55/I_raro_te_Oviri_-_Gauguin.JPG/800px-I_raro_te_Oviri_-_Gauguin.JPG" alt="" width="501" height="366" /></a></p>
<p><a title="Vincent van Gogh" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vincent_van_Gogh" target="_blank"><strong>8. Vincent van Gogh (1853-1890)</strong></a><br />
<a href="http://www.vangoghgallery.com/catalog/image/0495/Red-Vineyard,-The.jpg"><img class="aligncenter" title="The Red Vineyard by Vincent van Gogh" src="http://www.vangoghgallery.com/catalog/image/0495/Red-Vineyard,-The.jpg" alt="" width="500" height="403" /><br />
<a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1e/Portrait_of_Dr._Gachet.jpg/487px-Portrait_of_Dr._Gachet.jpg"><img class="aligncenter" title="Potrait of Dr Gachet by Vincent van Gogh" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1e/Portrait_of_Dr._Gachet.jpg/487px-Portrait_of_Dr._Gachet.jpg" alt="" width="500" height="614" /></a></a></p>
<p>Selain beberapa tokoh yang saya sebutkan diatas, masih banyak lagi tokoh-tokoh pelukis yang termasuk dalam aliran impresionis diantaranya adalah <a title="Frédéric Bazille" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fr%C3%A9d%C3%A9ric_Bazille" target="_blank"><strong>Frédéric Bazille (1841–1870)</strong></a>, <a title="Gustave Caillebotte" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gustave_Caillebotte" target="_blank"><strong>Gustave Caillebotte (1848–1894)</strong></a>, <a title="Berthe Morisot" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Berthe_Morisot" target="_blank"><strong>Berthe Morisot (1841–1895)</strong></a>, <a title="Mary Cassatt" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mary_Cassatt" target="_blank"><strong>Mary Cassatt (1844–1926)</strong></a>, <a title="Armand Guillaumin" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Armand_Guillaumin" target="_blank"><strong>Armand Guillaumin (1841–1927)</strong></a> dan beberapa tokoh lainnya. Semoga bermanfaat.</p>
<p><a title="Impressionism" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Impressionism" target="_blank">Sumber.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2&#038;p=680</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komisi di DPR</title>
		<link>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=620</link>
		<comments>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=620#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 09:44:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanworks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simple Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanworks.web.id/blog/?p=620</guid>
		<description><![CDATA[Tahu kan kepanjangan DPR itu apa? Ya, lembaga negara bernama Dewan Perwakilan Rakyat ini dipilih dari rakyat untuk bekerja atas nama rakyat, tapi akhir-akhir ini kelakukan anggota dewan agak aneh, ada yang kerjanya cuma pindah tidur di gedung DPR, ada yang jalan2 pake alasan studi banding, sampe ada yang nonton video porno pas lagi sidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Website Resmi DPR" href="http://www.dpr.go.id" target="_blank"><img class="aligncenter" title="Dewan Perwakilan Rakyat" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Capture-2.jpg" alt="" width="555" height="70" /></a></p>
<p>Tahu kan kepanjangan DPR itu apa? Ya, lembaga negara bernama Dewan Perwakilan Rakyat ini dipilih dari rakyat untuk bekerja atas nama rakyat, tapi akhir-akhir ini kelakukan anggota dewan agak aneh, ada yang kerjanya cuma pindah tidur di gedung DPR, ada yang jalan2 pake alasan studi banding, sampe ada yang nonton video porno pas lagi sidang paripurna. Tapi saya mah gak mau bahas tentang sisi politisnya ah, dikiranya saya nanti mengkritisi, tidak semua anggota dewan seburuk yang terlihat, dan saya menyadari kalo mungkin saya tidak lebih baik dari mereka <img src='http://www.yanworks.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Posting ini tidak akan membahas lebih jauh dari sisi moral ataupun politis anggota dewan tersebut. Yang ingin saya bagi adalah tentang kinerja komisi-komisi yang ada dalam DPR. Oh ya, dalam badan perwakilan rakyat itu, kerja anggotanya dibagi berdasarkan bidang kerja tersendiri, dan masing-masing bidang kerja berada dalam satu kelompok yang disebut komisi. Secara total terdapat 11 komisi yang memiliki bidang kerja dengan perincian sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Komisi I<br />
</strong></p>
<ul>
<li> Pertahanan</li>
<li> Intelijen</li>
<li> Luar Negeri</li>
<li> Komunikasi dan Informatika</li>
</ul>
<p><strong><br />
2. Komisi II</strong></p>
<ul>
<li> Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah</li>
<li> Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi</li>
<li> Kepemiluan</li>
<li> Pertanahan dan Reforma Agraria</li>
</ul>
<p><strong><span id="more-620"></span><br />
3. Komisi III</strong></p>
<ul>
<li> Hukum</li>
<li> HAM</li>
<li> Keamanan</li>
</ul>
<p><strong><br />
4. Komisi IV</strong></p>
<ul>
<li> Pertanian</li>
<li> Perkebunan</li>
<li> Kehutanan</li>
<li> Kelautan</li>
<li> Perikanan</li>
<li> Pangan</li>
</ul>
<p><strong><br />
5. Komisi V</strong></p>
<ul>
<li> Perhubungan</li>
<li> Pekerjaan Umum</li>
<li> Perumahan Rakyat</li>
<li> Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal</li>
<li> Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika</li>
</ul>
<p><strong><br />
6. Komisi VI</strong></p>
<ul>
<li>Perdagangan</li>
<li>Perindustrian</li>
<li>Investasi</li>
<li>Koperasi, UKM dan BUMN</li>
<li>Standarisasi Nasional</li>
</ul>
<p><strong><br />
7. Komisi VII</strong></p>
<ul>
<li> Energi Sumber Daya Mineral</li>
<li> Riset dan Teknologi</li>
<li> Lingkungan Hidup</li>
</ul>
<p><strong><br />
8. Komisi VIII</strong></p>
<ul>
<li> Agama</li>
<li> Sosial</li>
<li> Pemberdayaan Perempuan</li>
</ul>
<p><strong><br />
9. Komisi IX</strong></p>
<ul>
<li> Tenaga Kerja dan Transmigrasi</li>
<li> Kependudukan</li>
<li> Kesehatan</li>
</ul>
<p><strong><br />
10. Komisi X</strong></p>
<ul>
<li> Pendidikan</li>
<li> Pemusa</li>
<li> Olahraga</li>
<li> Pariwisata</li>
<li> Kesenian</li>
<li> Kebudayaan</li>
</ul>
<p><strong><br />
11. Komisi XI</strong></p>
<ul>
<li> Keuangan</li>
<li> Perencanaan Pembangunan Nasional</li>
<li> Perbankan</li>
<li> Lembaga Keuangan Bukan Bank</li>
</ul>
<p>Jadi sekarang anda sudah tahu kalo ingin mengadu kepada wakil rakyat tentang permasalahan yang anda hadapi, paling tidak anda tahu harus menghadap ke komisi berapa kan? Semoga Indonesia semakin maju dan anggota dewannya tambah bersih #moralnya #kinerjanya. Amin.</p>
<p>Ada satu quote tentang anggota dewan yang saya suka begini bunyinya &#8220;Anggota DPR adalah wakil rakyat, kalo mereka itu wakilnya rakyat, kita (rakyat) adalah ketuanya, jadi jangan takut untuk meminta bantuan dari mereka <img src='http://www.yanworks.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2&#038;p=620</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Simpati vs Empati</title>
		<link>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=598</link>
		<comments>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=598#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 04:31:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanworks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Simple Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanworks.web.id/blog/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin bagi kita yang tidak tahu akan sulit membedakan antara rasa simpati dan empati, atau mungkin sebagian dari kita akan menyamaratakan perasaan iba, kasihan atau sejenisnya ke dalam bentuk simpati. Tapi tahukah anda bahwa kedua rasa itu berbeda. Dalam posting ini saya akan sedikit membahas tentang kedua hal tersebut. SIMPATI (Sympathy) Secara etimologi kata simpati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="sympathy" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/empathy.jpg" alt="" width="394" height="212" /></p>
<p>Mungkin bagi kita yang tidak tahu akan sulit membedakan antara rasa simpati dan empati, atau mungkin sebagian dari kita akan menyamaratakan perasaan iba, kasihan atau sejenisnya ke dalam bentuk simpati. Tapi tahukah anda bahwa kedua rasa itu berbeda. Dalam posting ini saya akan sedikit membahas tentang kedua hal tersebut.</p>
<p><strong>SIMPATI (Sympathy) </strong><br />
Secara etimologi kata simpati diturunkan dari kata dalam bahasa Yunani <em>συμπάθεια</em> (<em>sympatheia</em>) yang berasal dari kata <em>σύν</em> (<em>syn</em>) &#8220;bersama&#8221; and <em>πάθος</em> (<em>pathos</em>) &#8220;gairah, perasaan&#8221;, dalam hal ini &#8220;penderitaan&#8221; (dari <em>πάσχω</em> &#8211; <em>pascho</em>, &#8220;terpengaruh oleh, menderita&#8221;).</p>
<p><span id="more-598"></span>Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (2005), kata Simpati memiliki definisi<strong> 1</strong> rasa kasih; rasa setuju (kpd); kesudian; kecenderungan hati (kpd) <strong>2 </strong>(=bersimpati) menaruh kasih (kpd); sudi (akan); cenderung hati (kpd); suka (akan).</p>
<p>Secara umum dapat diartikan bahwa simpati adalah perasaan kebersamaan secara sosial hingga suatu orang dapat merasakan perasaan orang lain (biasanya suatu perasan sedih) dalam dirinya sendiri. Contohnya saat kita mengetahui orang lain terkena bencana ataupun ada kerabat yang meninggal, kita dapat merasakan kesedihan yang sama meskipun tidak menimpa diri kita.</p>
<p><strong>EMPATI (Empathy)</strong><br />
Secara etimologi kata empati diturunkan dari kata dalam bahasa Yunani  <em>ἐμπάθεια</em> (<em>empatheia</em>) yang berasal dari kata <em>ἐν</em> (<em>en</em>), &#8220;dalam, di&#8221; + <em>πάθος</em> (<em>pathos</em>), &#8220;gairah, perasaan&#8221; dalam hal ini &#8220;penderitaan&#8221; (dari <em>πάσχω</em> &#8211; <em>pascho</em>, &#8220;terpengaruh oleh, menderita&#8221;). Istilah ini diadaptasi oleh <a title="Hermann Lotze" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hermann_Lotze">Hermann Lotze</a> dan <a title="Robert Vischer" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Vischer">Robert Vischer</a> untuk menciptakan kata dalam bahasa Jerman <a title="Robert Vischer" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Vischer"><br />
</a><em>Einfühlung</em> yang berarti &#8220;perasaan menjadi&#8221;</p>
<p>Menurut Kamus Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2008) definisi empati adalah kemampuan menghadapi perasaan dan pikiran orang lain. Sedangkan menurut kamusbahasaindonesia.org kata empati diartikan keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi  dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok  lain.</p>
<p>Secara umum dapat diartikan bahwa empati adalah pendalaman dari rasa simpati yang mampu mempengaruhi pada kondisi fisik dan mental seseorang. Contohnya saat kita tangis sedih ketika melihat saudara-saudara yang tertimpa musibah hingga kehilangan nyawa. Selain itu masih terdapat beberapa definisi tentang kata empati, seperti beberapa contoh berikut:<br />
- Alvin Goldman: &#8220;Kemampuan untuk menempatkan diri ke dalam kondisi mental orang lain untuk bisa memahami perasaan dan emosi orang lain.&#8221;<br />
- <a title="Roy Schafer" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Roy_Schafer">Roy Schafer</a>:&#8221; Empati melibatkan pengalaman batin berbagi dan memahami keadaan psikologis sesaat orang lain.&#8221;<br />
- <a title="Khen Lampert" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Khen_Lampert">Khen Lampert</a> (2005): &#8220;Empati adalah apa yang terjadi pada kita saat kita meninggalkan tubuh kita dan menemukan diri kita pada pikiran orang lain baik secara sementara atau waktu yang lebih lama, merasakan kenyataan, emosi dan kesedihan dari mata orang lain tersebut.&#8221;</p>
<p>Nah, sekarang paling tidak anda sudah bisa membedakan mana yang perasaan simpati dan empati secara definisi, semoga posting ini bisa sedikit memberikan pencerahan bagi kita semua.</p>
<p><a title="Empathy" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Empathy" target="_blank">Source</a><br />
<a title="Sympathy" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sympathy" target="_blank">Source</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2&#038;p=598</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Software Release Lifecycle (Daur Hidup Peluncuran Perangkat Lunak)</title>
		<link>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=556</link>
		<comments>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=556#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 05:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanworks</dc:creator>
				<category><![CDATA[InterestThing]]></category>
		<category><![CDATA[Simple Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanworks.web.id/blog/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda bertanya tentang bagaimana sebenernya sistem pemberian nama versi dari sebuah software yang umum ada? Dalam posting ini saya akan membahas secara jelas bagaimana perputaran daur hidup dari sebuah versi software, dalam bahasa Inggris hal ini bernama Software Release Lifecycle. Untuk lebih memperjelas, silahkan cermati terlebih dahulu gambar berikut: TAHAP PENGEMBANGAN (DEVELOPMENT AND TESTING [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda bertanya tentang bagaimana sebenernya sistem pemberian nama versi dari sebuah software yang umum ada? Dalam posting ini saya akan membahas secara jelas bagaimana perputaran daur hidup dari sebuah versi software, dalam bahasa Inggris hal ini bernama Software Release Lifecycle. Untuk lebih memperjelas, silahkan cermati terlebih dahulu gambar berikut:</p>
<p><img class="aligncenter" title="Software Release Lifecycle" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/software-lifecycle.jpg" alt="" width="261" height="613" /><span style="text-decoration: underline;"><span id="more-556"></span>TAHAP PENGEMBANGAN (DEVELOPMENT AND TESTING PERIOD)</span></p>
<p><strong>- Pre-Alpha</strong><br />
Pre-Alpha merujuk pada semua aktifitas pembuatan dan pengembangan software sebelum dilakukan testing, aktifitas ini bisa berupa analisa kebutuhan, desain perangkat lunak, pengembangan unit maupun pengujian unit software.</p>
<p><strong>- Alpha</strong><br />
Fase Alpha dalam daur hidup perangkat lunak adalah tahap pertama untuk melakukan pengujian pada software (penggunaan alpha berasal dari huruf pertama dalam sistem alfabet Yunani kuno yang diartikan sebagai angka 1). Pada tahap ini developer software biasanya melakukan pengujian terhadap software dengan menggunakan teknik bernama <a title="White-box testing" href="http://en.wikipedia.org/wiki/White-box_testing">white box techniques</a>. Tambahan validasi kemudian dilakukan dengan menggunakan teknik bernama <a title="Black-box testing" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Black-box_testing">black box</a> or gray box techniques oleh tim pengujian yang lain. Perpindahan pada metode pengujian black box dalam sebuah organisasi ini disebut dengan <em>alpha release.<br />
</em>Software alpha bisa saja tidak stabil dan dapat menyebabkan error maupun kehilangan data, jarang sekali software pada tahap alpha tersedia secara bebas untuk publik, terkecuali digunakan untuk bonus pre-order.<em> </em></p>
<p><strong>- Beta</strong><br />
Beta adalah tahap pengembangan software yang mengikuti tahap alpha (penggunaan istilah beta berasal dari bahasa Yunani kuno yang diartikan sebagai angka 2). Tahap ini biasanya tahap dimana software telah memiliki fitur yang lengkap, beberapa organisasi menyebut tahap ini sebagai prototype atau technical preview. Fokus dari tahap beta adalah mengurangi dampak buruk pada pengguna, yang biasanya berupa pengujian penggunaan produk. Beta release biasanya merupakan tahap pertama sebuah perangkat lunak tersedia untuk pihak diluar pengembang software.<br />
Pengguna dari versi beta ini disebut beta tester, biasanya adalah pengguna atau calon pengguna dari produk yang ada, mau melakukan pengujian terhadap produk perangkat lunak tanpa bayaran dan biasanya menerima hasil akhir software secara cuma-cuma atau dengan pengurangan harga (untuk software berbayar).<br />
Beberapa pengembang software meluncurkan closed beta maupun open beta dimana closed beta version adalah produk yang diluncurkan untuk sekelompok orang atau grup sebagai pengguna penguji sedangkan open beta diluncurkan untuk komunitas pengguna secara umum maupun siapa saja yang tertarik. Pengguna kemudian melaporkan adanya kesalahan yang ditemukan maupun memberi saran untuk tambahan fitur yang seharusnya ada pada produk akhir.</p>
<p><strong>- Release Candidate (RC)</strong><br />
Pengunaan istilah Release Candidate atau RC yaitu merujuk pada suatu versi perangkat lunak yang dilihat sebagai potensi sebuah produk akhir, yang kemudian akan diluncurkan jika tidak terdapat kesalahan fatal pada produk software yang ada. Pada tahap ini produk sudah lebih stabil dan semua fitur sudah didesain dan diuji melalui beberapa kali beta testing tanpa menunjukkan kesalahan. Beberapa developer software seperti <a title="Apple Inc." href="http://en.wikipedia.org/wiki/Apple_Inc.">Apple Inc.</a> menggunakan istilah &#8216;Golden Master&#8217; untuk mengindikasikan versi RC yang dimilikinya. Beberapa developer menggunakan istilah Gamma dan Delta untuk mengindikasikan versi yang sudah komplit tapi masih butuh beberapa pengujian, Omega atau Zenith untuk mengindikasikan versi pengujian akhir yang dipercaya sudah lebih bebas kesalahan dan siap untuk diproduksi.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">TAHAP PELUNCURAN (RELEASE PERIOD)</span></p>
<p><strong>- Release To Manufacturing / Release To Marketing (RTM)</strong><br />
Penggunaan istilah Release To Manufacturing atau Release To Marketing (keduanya disingkat dengan RTM, inisial yang sama juga digunakan untuk &#8220;Return To Manufacturer&#8221; atau barang yang rusak, meski artinya berbeda) disebut juga Going Gold digunakan untuk software yang siap untuk dikirimkan maupun digunakan oleh pengguna. Istilah ini biasanya digunakan untuk software yang digunakan untuk produksi masal dimana software dijual sebagai bagian dari kelengkapan hardware komputer atau distribusi masal retail (berkebalikan dengan software yang khusus diproduksi untuk proyek komersial atau distribusi terbatas). RTM biasanya merupakan tahap sebelum software disediakan untuk umum (GA).</p>
<p><strong>- General Availability (GA)</strong><br />
General Availability atau General Acceptance adalah titik dimana semua hal yang diperlukan untuk kegiatan komersialisasi produk telah dilakukan dan software sudah siap untuk disediakan pada pasar atau publik baik melalui web atau media fisik. Istilah lain yang memiliki arti yang hampir sama dengan GA adalah First Customer Shipment (FCS), istilah ini digunakan oleh beberapa perusahaan seperti Sun Microsystem dan Cisco untuk mendeskripsikan software yang telah dikirimkan untuk mendapatkan pendapatan. Beberapa versi mungkin di klasifikasikan sebagai Long Term Support (LTS) yang disertai dengan kemampuan untuk diupgrade ke versi LTS selanjutnya dan akan terus didukung, update ataupun ditambah patch untuk waktu yang panjang dibandingkan versi non-LTS.</p>
<p><strong>- Support Release</strong><br />
Istilah Support Release atau dalam sistem operasi Windows disebut dengan Service Pack tidak selalu ada dalam sebuah daur hidup perangkat lunak. Biasa disebut juga dengan Update Patch, paket ini berisi koleksi update, perbaikan maupun penambahan fitur dalam sebuah paket yang dapat diinstal.</p>
<p><strong>- End Of Life</strong><br />
Tahap ini adalah tahap dimana sebuah software sudah tidak lagi diproduksi, dijual maupun didukung dengan support release.</p>
<p>Sekarang anda sudah tahu bagaimana sebuah software melewati tahap pengembangan dan pengujian sehingga dapat dipakai secara umum oleh kita semua. Tapi mungkin masih ada pertanyaan diantara kita semua tentang bagaimana standard penomoran suatu versi software? Contohnya seperti Flash Player <em><strong>10.3.181.14</strong></em> atau Skype <em><strong>5.3.0.116.<br />
</strong></em>Setahu saya tidak ada standarisasi penomoran versi suatu software seperti standar daur hidup peluncuran produk software, jadi penomoran versi suatu software sepenuhnya kebijakan dari developer perangkat lunak itu sendiri. <em><strong></strong></em></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Software_release_life_cycle">Source</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2&#038;p=556</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beginilah panda tercipta :)</title>
		<link>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=576</link>
		<comments>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=576#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 04:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanworks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feeds]]></category>
		<category><![CDATA[InterestThing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanworks.web.id/blog/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Beginilah panda tercipta" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/23-1023756480.jpg" alt="" width="521" height="661" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2&#038;p=576</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Real Baking Life</title>
		<link>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=559</link>
		<comments>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=559#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 15:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanworks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobbies]]></category>
		<category><![CDATA[InterestThing]]></category>
		<category><![CDATA[LifeStyle]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanworks.web.id/blog/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Dari sejak kecil, saya selalu punya cita-cita atau paling tidak keinginan untuk menjadi seorang Chef, Pâtissière, atau ahli dibidang kuliner. Mungkin karena saya terlalu banyak nonton film kartun seperti Yoichi Si Anak Citarasa, atau terlalu banyak baca komik seperti Yakitate Japan. Terlepas dari itu semua, saya memang ingin bisa memasak untuk semua orang disekitar saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sejak kecil, saya selalu punya cita-cita atau paling tidak keinginan untuk menjadi seorang Chef, Pâtissière, atau ahli dibidang kuliner. Mungkin karena saya terlalu banyak nonton film kartun seperti Yoichi Si Anak Citarasa, atau terlalu banyak baca komik seperti Yakitate Japan. Terlepas dari itu semua, saya memang ingin bisa memasak untuk semua orang disekitar saya. Kata orang, makan masakan yang enak juga bisa bikin kita bahagia, dan saya juga ingin orang yang memakan masakan saya menjadi bahagia <img src='http://www.yanworks.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa hubungannya dengan posting kali ini? Yang jelas, temanya sekarang adalah tentang makanan #tibatibalaper <img src='http://www.yanworks.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika anda pernah memainkan game di Facebook dengan nama <a href="http://apps.facebook.com/bakinglife" target="_blank">Baking Life</a>, pastinya anda akan mengenal beberapa gambar roti maupun pastry berikut ini:</p>
<p><img class="aligncenter" title="Cake of Baking Life " src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/cake.jpg" alt="" width="526" height="263" /></p>
<p>Ya, beberapa makanan diatas adalah jenis roti dan pastry yang dapat anda masak dan perjualbelikan dalam game Baking Life. Tapi pernahkah anda bertanya apa sih sebenarnya roti tersebut atau seperti apa wujud aslinya? Saya sendiri selalu punya pertanyaan itu, dan dari sekedar iseng-iseng, saya coba cari informasi dan foto terkait beberapa roti diatas. Berikut ini akan saya coba jelaskan beberapa hal tentang roti diatas.<span id="more-559"></span></p>
<p><a href="http://allrecipes.com//Recipe/baklava/Detail.aspx" target="_blank"><strong>1. Baklava</strong></a><br />
Baklava adalah jenis pastry manis yang berasal dari kawasan Turki, berupa kacang, walnut atau bijian lain yang diberi pemanis syrup atau madu dan dibungkus dengan <em>filo</em>, adonan seperti kertas yang berlapis.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Baklava" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Baklava-.jpg" alt="" width="525" height="281" /></p>
<p><a href="http://www.tasteofhome.com/Recipes/Almond-Bear-Claws" target="_blank"><strong>2. Bear Claw</strong></a><br />
Bear Claw adalah jenis roti manis yang populer di Amerika Serikat. Memiliki adonan yang seperti donat dengan rasa almond dan terdapat isi berupa selai, kismis, kurma, krim keju dan beberapa jenis isian lain.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Bear Claw Cake" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Bear-Claw--1.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p><a href="http://www.pinoyrecipe.net/bibingka-galapong-coconut-rice-cheesecake-recipe/" target="_blank"><strong>3. Bibingka Coconut</strong></a><br />
Bibingka Coconut adalah jenis kue beras yang berasal dari Philipina dan biasanya diberi taburan berupa parutan kelapa diatasnya. Bibingka merupakan salah satu makanan tradisional saat perayaan natal.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Bibingka Coconut Cake" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Bibingka-Coconut-Cake-.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p><a href="http://www.italianchef.com/cannoli.html" target="_blank"><strong>4. Cannoli</strong></a><br />
Cannoli merupakan hidangan penutup yang berasal dari Italia khususnya pulau Sicilia di kawasan laut Mediterania. Namanya berasal dari kata Cannolo yang dalam bahasa Sicilia berarti &#8220;pipa kecil&#8221;. Berupa adonan yang digoreng dan dibentuk seperti pipa dan diisi dengan krim manis, keju, dan buah yang dicincang kecil-kecil.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Cannoli" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Cannoli-.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p><a href="http://www.zimbio.com/Recipes/articles/C-wsAo7oBCv/Zebra+stripe+cake" target="_blank"><strong>5. Cocoa Stripes</strong></a><br />
Cocoa Stripes atau yang sering disebut dengan Zebra Cake adalah kue yang dihasilkan dari adonan vanila dan coklat yang dibentuk belang seperti kulit Zebra. Kue ini cukup populer di berbagai belahan dunia.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Cocoa Stripes Cake" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Cocoa-Stripes-.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p><a href="http://simplyrecipes.com/recipes/irish_soda_bread/" target="_blank"><strong>6. Irish Soda Bread</strong></a><br />
Irish Soda Bread merupakan roti Irlandia yang menggunakan baking soda sebagai salah satu bahan utamanya selain tepung, buttermilk, garam, telur, dll. Adonannya biasa dicampur dengan kismis, gandum, atau beberapa jenis kacang-kacangan.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Irish Soda Bread" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Irish-Soda-Bread-.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p><a href="http://www.reluctantgourmet.com/keylime.htm" target="_blank"><strong>7. Key Lime Pie</strong></a><br />
Key Lime Pie adalah salah satu jenis pie yang memakai bahan dasar jeruk limau yang pertama kali dibuat di kota Key West, Florida. Kata &#8216;Key&#8217; pada bahan dasar Key Lime diasosiasikan dengan kawasan kepulauan Florida Key di sebelah tenggara Amerika Serikat dimana jenis jeruk limau tersebut tumbuh.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Key Lime Pie" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Key-Lime-Pie-.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p><a href="http://allrecipes.com//Recipe/lattice-topped-apple-pie/Detail.aspx" target="_blank"><strong>8. Lattice Top Apple Pie</strong></a><br />
Lattice Top Apple Pie adalah jenis kue pie apel yang ditutup dengan adonan berbentuk Lattice. Lattice sendiri memiliki arti berupa pola ornamen silang yang saling bertumpuk (seperti kisi-kisi).</p>
<p><img class="aligncenter" title="Lattice Top Apple Pie" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Latice-Top-Apple-Pie-.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p><a title="Parisian Macaroons Recipe" href="http://www.marthastewart.com/recipe/parisian-macaroons" target="_blank"><strong>9. Parisian Macaroons</strong></a><br />
Parisian Macaroons merupakan penganan manis berupa kue kering berwarna-warni yang diisi dengan krim butter maupun selai diantara dua kue tersebut seperti pada sandwich. Kata Macaroon berasal dari kata &#8216;ammaccare&#8217; yang dalam bahasa Italia berarti menghancurkan ataupun mengalahkan.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Parisian Macaroons" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Parisian-Macaroons-.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p><a href="http://www.ifood.tv/recipe/igloo-pudding" target="_blank"><strong>10. Paula&#8217;s Igloo Pudding</strong></a><br />
Paula&#8217;s Igloo Pudding adalah pudding yang berbentuk seperti Igloo, rumah dari balok salju yang dibangun oleh orang suku Inuit atau yang biasa disebut orang Eskimo di daerah Kanada Utara atau Alaska. Paula disini diyakini merujuk pada seorang juru masak terkenal Amerika bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paula_Deen" target="_blank">Paula Deen</a>.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Paula Igloo Pudding" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Paula-Igloo-Pudding-.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p><a href="http://www.foodnetwork.com/recipes/boy-meets-grill/double-crusted-peach-cobbler-recipe/index.html" target="_blank"><strong>11. Peach Cobbler</strong></a><br />
Peach Cobbler adalah hidangan penutup yang populer di Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris berupa buah persik (peach) yang dituangkan dalam loyang besar dan ditutup dengan adonan pastry kemudian dipanggang.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Peach Cobbler" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Peach-Cobbler-.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p><a href="http://www.foodnetwork.com/recipes/tyler-florence/pistachio-biscotti-recipe/index.html" target="_blank"><strong>12. Pistachio Biscotti</strong></a><br />
Pistachio Biscotti adalah salah satu jenis Biscotti yang menggunakan bahan dasar berupa kacang Pistachio. Biscotti sendiri merupakan salah satu kue kering yang berasal dari kota Prato di Italia. Pada proses pembuatannya Biscotti mengalami dua kali pemanggangan dan dibuat kering dan renyah dengan cara memotong adonan saat masih panas keluar dari oven.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Pistachio Biscotti" src="http://i73.photobucket.com/albums/i212/yanworks/goblog/Pistachio-Biscotti-.jpg" alt="" width="525" height="282" /></p>
<p>Nah sudah tahu kan apa dan bagaimana rupa masing-masing kue atau roti yang anda mainkan di Baking Life, mana yang menarik minat anda untuk mencoba memakannya? Atau mungkin anda tertarik untuk membuatnya sendiri dirumah? silahkan klik pada nama roti untuk mendapatkan resepnya.</p>
<p>Posting tentang kue atau roti lain yang ada di Baking Life dapat dibaca <a href="http://iniakumutiara.blogspot.com/2011/01/baking-life-part-1.html" target="_blank">di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2&#038;p=559</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akronim Populer di Internet</title>
		<link>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=551</link>
		<comments>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=551#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 17:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanworks</dc:creator>
				<category><![CDATA[InterestThing]]></category>
		<category><![CDATA[LifeStyle]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Simple Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanworks.web.id/blog/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkan anda menjumpai beberapa singkatan yang tidak anda ketahui artinya selama anda berselancar di dunia maya? Sering timbul pertanyaan tentang apa maksud dari akronim yang orang biasa berikan dalam aktifitas mereka berkomunikasi melalui media internet. Meski beberapa akronim sudah sangat umum digunakan namun ada beberapa pula yang mungkin baru pertama kali kita dengar. Berikut ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkan anda menjumpai beberapa singkatan yang tidak anda ketahui artinya selama anda berselancar di dunia maya? Sering timbul pertanyaan tentang apa maksud dari akronim yang orang biasa berikan dalam aktifitas mereka berkomunikasi melalui media internet. Meski beberapa akronim sudah sangat umum digunakan namun ada beberapa pula yang mungkin baru pertama kali kita dengar.</p>
<p>Berikut ini daftar beberapa akronim yang sudah biasa digunakan oleh pengguna di dunia maya:<span style="font-family: Courier New;"><br />
</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family: Courier New;"><strong>AFAIK </strong>: As Far As I Know<br />
<strong>AFK </strong>: Away From Keyboard<br />
<strong>ASAP </strong>: As Soon As Possible<br />
<strong>BRB </strong>: Be Right Back<br />
<strong>BTW </strong>: By The Way<br />
<strong>CID </strong>: Crying In Disgrace<br />
<strong>CMIIW </strong>: Contact Me If I&#8217;m Wrong<br />
<strong>CU </strong>: See You<br />
<strong>FAQ </strong>: Frequently Asked Question<br />
<strong>FYI </strong>: For Your Information<br />
<strong>GBU </strong>: God Bless You<br />
<strong>GTG </strong>: Got To Go<br />
<strong>ILU </strong>: I Love You<br />
<strong>IMO </strong>: In My Opinion<br />
<strong>IMHO </strong>: In My Humble Opinion<br />
<strong>KIT </strong>: Keep In Touch<br />
<strong>LOL </strong> : Laugh Out Loud<br />
<strong>LMAO </strong>: Laugh My Ass Off<br />
<strong>OMG </strong>: Oh My God<br />
<strong>OT </strong>: Off Topic<br />
<strong>OTOH </strong>: On The Other Hand<br />
<strong>OTW </strong>: On The Way<br />
<strong>PPL </strong>: People<br />
<strong>ROFL </strong>: Rolling On Floor Laughing<br />
<strong>TCOY </strong>: Take Care Of Yourself<br />
<strong>THX </strong>: Thanks<br />
<strong>TTYL </strong>: Talk To You Later<br />
<strong>TY </strong>: Thank You<br />
<strong>WOOT </strong>: We Own the Other Team<br />
<strong>WTF </strong>: What The Fuck</span></p></blockquote>
<p>Jadi, paling tidak anda sudah tahu apa maksud dari berbagai singkatan atau akronim yang kadang menghiasi berbagai artikel atau pembicaraan di dunia maya ini. Jika akronim yang anda cari tidak terdapat pada daftar diatas, silahkan anda lihat pada halaman <a href="http://answers.yahoo.com/question/index?qid=1006053121353" target="_blank">Yahoo! Answer ini</a> untuk lebih lengkapnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2&#038;p=551</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What is typography?</title>
		<link>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=538</link>
		<comments>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=538#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 10:33:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanworks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobbies]]></category>
		<category><![CDATA[InterestThing]]></category>
		<category><![CDATA[LifeStyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanworks.web.id/blog/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu tipografi? Menurut Ellen Lupton: &#8220;Typhography is what language looks like.&#8221;. Tipografi adalah bagaimana sebuah bahasa bisa ditampilkan secara visual, ini adalah seni dan teknik dalam membuat tulisan, modifikasi huruf dan mengatur susunan huruf maupun tulisan. Tipografi umumnya dilakukan oleh tipografer, seniman grafis, pengarah seni dan siapapun yang memerlukan visual tulisan untuk menyampaikan pesan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa itu tipografi? Menurut Ellen Lupton: &#8220;Typhography is what language looks like.&#8221;. Tipografi adalah bagaimana sebuah bahasa bisa ditampilkan secara visual, ini adalah seni dan teknik dalam membuat tulisan, modifikasi huruf dan mengatur susunan huruf maupun tulisan.</p>
<p>Tipografi umumnya dilakukan oleh tipografer, seniman grafis, pengarah seni dan siapapun yang memerlukan visual tulisan untuk menyampaikan pesan. Tujuan utama dari tipografi adalah pengaturan element desain tulisan yang ada sehingga memungkinkan pembaca untuk lebih fokus kepada pesan yang diberikan tanpa mengurangi kecepatan membacanya.</p>
<blockquote><p>&#8220;Typography is two-dimensional architecture, based on experience and  imagination, and guided by rules and readability. And this is the  purpose of typography: The arrangement of design elements within a given  structure should allow the reader to easily focus on the message,  without slowing down the speed of his reading.&#8221; <em>Hermann Zapf</em></p></blockquote>
<p>Berikut ini adalah beberapa contoh penggunakan Tipografi:</p>
<p><strong>POSTER</strong></p>
<p><img class="aligncenter" title="Typography Positive Negative" src="http://images.sixrevisions.com/2009/06/24-30_positive_negative.jpg" alt="" width="475" height="718" /><span id="more-538"></span><img class="aligncenter" title="What Graphic Design is" src="http://farm3.static.flickr.com/2295/2260090727_3624f99a15.jpg" alt="" width="475" height="670" /><img class="aligncenter" title="mos def lyric portrait" src="http://images.sixrevisions.com/2009/06/24-09_mosdeflyric.jpg" alt="" width="475" height="439" /><img class="aligncenter" title="Typographic World Map" src="http://images.sixrevisions.com/2009/06/24-19a_typographic_world_map.jpg" alt="Typographic World Map" width="475" height="356" /></p>
<p><strong>KERAJINAN</strong><br />
<img class="aligncenter" title="Tribute To Yulia Brodskaya" src="http://behance.vo.llnwd.net/profiles4/102710/projects/221285/1027101244530153.jpg" alt="Typographic Art" width="475" height="632" /><br />
<img class="aligncenter" title="Tribute to Yulia Brodskaya" src="http://behance.vo.llnwd.net/profiles4/102710/projects/221285/1027101241500585.jpg" alt="Typographic Art" width="475" height="633" /></p>
<p><strong>VIDEO CLIP</strong><br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/y9LlnLTH87U?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/y9LlnLTH87U?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/zVPfTlpCKaw?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/zVPfTlpCKaw?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Beberapa seniman grafis juga menggunakan tipografi sebagai seni dalam mengganti adegan film dengan susunan kata dialognya seperti contoh berikut:</p>
<p>Versi Adegan Film:<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=DCrDuGyZ6FA">What Marcellus Wallace Look Like?</a> &lt;- klik untuk melihat video</p>
<p>Versi Tipografi:<br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/JNT5zvd3g2M?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/JNT5zvd3g2M?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/twYpsdCqRm8?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/twYpsdCqRm8?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Berikut satu lagi contoh penggunaan tipografi dalam menggantikan adegan film:</p>
<p>Versi Adegan Film:<br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="490" height="295" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/RGR4SFOimlk?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="490" height="295" src="http://www.youtube.com/v/RGR4SFOimlk?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Versi Tipografi:<br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/QX7N58df0j0?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/QX7N58df0j0?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Jadi, menurut anda apakah tipografi itu? Dan apakah anda juga bisa dibilang seorang tipografer? Simpulkan sendiri <img src='http://www.yanworks.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>&#8220;Typography is a hidden tool of manipulation within society.&#8221; <em>Neville Brody</em></p></blockquote>
<blockquote><p>A good typographer is someone who communicates a point of view with skill and imagination, and makes the type taste good.&#8221; <em>Jeffrey Keedy</em></p></blockquote>
<p><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2&#038;p=538</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Terus Mengeluhkan Indonesia</title>
		<link>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=533</link>
		<comments>http://www.yanworks.web.id/blog/?p=533#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 09:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanworks</dc:creator>
				<category><![CDATA[InterestThing]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[LifeStyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanworks.web.id/blog/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[Posting ini bukan sepenuhnya tulisan saya sendiri, esay ini saya baca dari portal berita terkemuka di Indonesia pada bagian Kolom yang ditulis oleh salah seorang wartawannya. Saya tertarik dengan artikel pertama kali dari judulnya, setelah membaca ternyata memang menarik bagaimana si penulis memandang segala pendapat warna negara Indonesia terhadap masalah yang dihadapi bangsa ini. Tulisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"><img class="aligncenter" title="Indonesia" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Flag_of_Indonesia.svg/500px-Flag_of_Indonesia.svg.png" alt="The Flag of Indonesia" width="448" height="298" /></a></p>
<blockquote><p><em><br />
Posting ini bukan sepenuhnya tulisan saya sendiri, esay ini saya baca dari portal berita terkemuka di Indonesia pada bagian Kolom yang ditulis oleh salah seorang wartawannya. Saya tertarik dengan artikel pertama kali dari judulnya, setelah membaca ternyata memang menarik bagaimana si penulis memandang segala pendapat warna negara Indonesia terhadap masalah yang dihadapi bangsa ini.<br />
Tulisan aslinya bisa anda baca di <a href="http://bit.ly/e14Ixc " target="_blank">http://bit.ly/e14Ixc.</a> Silahkan dibaca, saya hanya ingin sharing saja.</em></p></blockquote>
<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; 		Saya sering kali mendengar keluhan dari sejumlah kawan mengenai negara Indonesia. Di mata  mereka, tidak ada yang benar terkait dengan negara Indonesia. Semuanya  salah. Semuanya buruk. Namun, tidak satu pun dari yang berani  atau berencana meninggalkan Indonesia.</p>
<p>Saat menonton televisi, membaca koran, mendengar radio, hal yang sama saya tangkap. Indonesia begitu buruk. Indonesia ibarat terkena penyakit ganas, yang sebentar lagi mati. Sekali lagi, tidak satu pun menyatakan diri akan meninggalkan Indonesia.</p>
<p>Biasanya,  jika kita sudah tidak suka dengan sesuatu, ada dua pilihan yakni  memperbaikinya atau meninggalkannya. Sungguh konyol tidak menyukai  sesuatu, tapi terus mengeluhkannya sepanjang waktu. Tapi itulah pilihannya.</p>
<p>Yang  mengatakan Indonesia buruk, bukan hanya mereka yang terkalahkan dari  sistem liberalisme ekonomi yang sudah mengobrak-abrik Nusantara sejak  pertengahan abad ke-19. Juga mereka yang sebenarnya makan dan minum dari  uang negara Indonesia.</p>
<p>Misalnya, setelah rezim Soeharto jatuh,  membuat ruang kekuasaan menjadi sangat terbuka. Orang kaya maupun orang  miskin masuk menjadi bagian dari kekuasaan. Mereka ini sebelumnya para  pengeluh dan menilai Indonesia sangat buruk.</p>
<p>Tidak ada  perubahaan yang signifikan dilakukan mereka selama duduk dalam ruang  kekuasaan. Menariknya mereka pun turut mengeluh, dan mengatakan  Indonesia buruk. Mereka lebih berperan sebagai juru bicara &#8216;kemarahan&#8217;  rakyat. Mereka pun rela bermain drama saling memarahi, tanpa melakukan  perubahaan dari apa yang dipersoalkan. Yang penting bagi mereka, mampu  mengekspresikan kemarahan rakyat, terutama melalui ruang-ruang media  massa.</p>
<p><span id="more-533"></span>Media massa pun, khususnya televisi, paling suka  menampilkan orang-orang dalam lingkaran kekuasan yang suka mengeluh atau  marah-marah. Alasannya orang-orang inilah yang disukai masyarakat.</p>
<p>Sementara  di bawah, para pelayan masyarakat alias pegawai negeri sipil, selalu  mengeluh soal sistem pemerintahan yang berlangsung. Mulai dari soal gaji  yang rendah, hingga sistem keuangan yang ruwet dan lamban. Termasuk  pula soal perilaku para pimpinan mereka di kantor. Tetapi mereka jarang  masuk kantor, atau tidak mengerjakan apa-apa bila berada di kantor.  Sementara uang negara yang menggaji mereka setiap bulan terus menjadi  pemenuh kebutuhan makan-minum istri dan anak-anaknya, atau memenuhi  kebutuhan lainnya, termasuk membeli barang mewah dan liburan.</p>
<p>Di  tengah keluhan itu, mereka sama sekali tidak pernah menyampaikan  keinginan buat berhenti menjadi pegawai negeri atau minggat dari  Indonesia. Bahkan mereka siap melakukan korupsi bila ada peluang.</p>
<p>Banyak  mahasiswa juga ikut mengeluhkan negara Indonesia. Tapi banyak juga  nilai  pengetahuannya tentang Pancasila jeblok. Selama mengeluh itu,  mereka membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain. Yang kagum  dengan Amerika Serikat maka membandingkannya dengan negeri Paman Sam  itu. Yang memuja sosialisme selalu membandingkannya dengan negara-negara  di Amerika Latin. Yang suka negara-negara Arab, membandingkannya dengan  kebudayaan di sana. Yang  memuja Jepang tak pernah menilai bangsa yang  pernah menjajah Nusantara itu jelek, semua dari Jepang terbaik.</p>
<p>Namun, sekali lagi, sebagian besar dari mereka tidak mau pindah dari Indonesia, atau menjadi warga negara dari negara-negara yang mereka kagumi tersebut.</p>
<p>Perilaku  para mahasiswa ini juga dilakoni para anggota dewan, yang umumnya para  pengeluh sejak rezim Soeharto. Setiap ada persoalan, setelah mengeluh,  mereka pun memperbandingkan Indonesia dengan negara lain.</p>
<p>Lain  lagi dengan aktifis lembaga swadaya masyarakat. Mereka tidak hanya  mengeluh, tapi juga melaporkan apa yang mereka keluhkan kepada para  pendonor, yang rata-rata berasal dari negara asing.</p>
<p>Pokoknya,  pada saat ini terkesan tiada hari tanpa mengeluhkan Indonesia. Dan  hampir semua dari kita dengan bangga menyatakan Indonesia sudah sekarat  atau bobrok. Buat mengetahuinya, perhatikan setiap ada persoalan di  Indonesia, seperti adanya tenaga kerja Indonesia yang bermasalah di luar  negeri, teroris, bencana lumpur, video porno, termasuk adanya bencana  alam seperti tsunami atau gunung api meletus. Juta keluhan dan miliaran  kemarahan menghujat Indonesia.</p>
<p>Dan, sebenarnya esai saya ini juga  sebuah keluhan. Saya juga salah satu dari warga negara Indonesia yang  tidak pernah berpikir meninggalkan negara ini.</p>
<p>Memang tidak semua  bangsa Indonesia mengeluh. Mereka ini umumnya para pelaku ekonomi.  Uniknya, justru mereka yang sering berangkat ke luar negeri, buat  menghabiskan uang yang mereka ambil dari berbisnis atau mengeksploitasi  sumber daya alam di Indonesia.<br />
<strong><br />
Kaum Feodal yang Krisis</strong></p>
<p>Beberapa  kawan yang mengeluh tersebut, akhirnya memberikan jawaban agar dirinya  menjadi bangga sebagai warga negara Indonesia dan menikmati keindahan  alam Nusantara ini. Jawaban mereka itu umumnya menjadi orang kaya, lalu  punya banyak pendukung atau pengakuan atas identitas, dilayani, bebas  bertindak, kebal hukum, tidak perlu banyak belajar, (yang lelaki) ingin  memiliki banyak istri, serta tidak melakukan kerja yang berat. Ya,  layaknya posisi seorang raja atau pangeran.</p>
<p>Sedikit sekali yang  ingin hidup kaya tapi melakukan pekerjaan berat, banyak pendukung tapi  hidup miskin, atau bebas bertindak tapi tidak kebal hukum. Pokoknya bila  ada yang kurang dari &#8216;persyaratan&#8217; di atas, mereka akan tetap mengeluh.</p>
<p>Menariknya lagi, apa cerminan dari keinginan tersebut? Mereka pun mencontohkan sosok atau  leluhur mereka yang dapat disebut sebagai raja atau pangeran di masa  lalu. Tidak ada sosok yang rendah atau sederhana menjadi cerminan  mereka. Bila perlu mengarang sendiri silsilah keluarga yang terkait  dengan sosok para raja, atas bantuan ahli sejarah.</p>
<p>Kesimpulan saya, sebagian besar dari kita yang mengeluh itu sebenarnya cerminan kaum feodal yang mengalami krisis. Yakni krisis ekonomi dan krisis identitas.</p>
<p>Seperti  saya yang mengeluhkan Indonesia setiap hari, tapi tidak mau  meninggalkan Indonesia, lantaran saya masih berharap suatu waktu saya  akan menjadi raja atau pangeran di Nusantara ini. Saya juga tidak akan  menolak pihak-pihak yang ingin bekerjasama dengan saya, meskipun  merugikan banyak orang, asal saya menjadi raja.</p>
<p>Dan hati kecil saya pun merasa takut pindah ke negara lain, sebab saya yakin akan mengalami  hidup yang sulit. Pertama saya tidak punya kemampuan berkomunikasi  (bahasa asing) yang baik, tidak punya keahlian buat mencari pendapatan,  takut bekerja keras dan bernasib buruk seperti tenaga kerja migran,  serta kecilnya peluang menjadi raja atau pangeran seperti leluhur saya  di Nusantara.</p>
<p>Ibaratnya saya tidak mampu memerankan diri sebagai Barack Obama di Amerika Serikat, tapi ingin hidup seperti Barack Obama di Indonesia. Lantaran belum kesampaian atas keinginan tersebut, ya, saya hanya marah-marah, mengeluh, dan tidak malu menyatakan Indonesia ini merupakan negara yang paling buruk dan bobrok di dunia.</p>
<p>Mungkin  saya harus belajar dengan pohon nangka, ikan betok, ikan gabus, atau  pohon duku, yang terus tumbuh, memproduksi buahan atau keturunan di  Indonesia, meskipun mereka tidak pernah diberi penghargaan atau kekayaan  setelah memberikan gizi yang baik bagi bangsa Indonesia.</p>
<p>Tapi,  sikap ibarat tumbuhan atau ikan tersebut tetap menjadi perdebatan;  apakah sebagai sosok yang benar-benar bersyukur dan terus menyebarkan  manfaat, atau sosok yang tidak peduli dengan persoalan yang ada lantaran  tidak kritis? Entahlah. Saya hanya ingin berhenti mengeluh.<br />
<em><br />
<strong>*) Taufik Wijaya,</strong> wartawan detikcom dan pekerja seni. Tulisan ini tidak mewakili kebijakan redaksi.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanworks.web.id/blog/?feed=rss2&#038;p=533</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

