Saya gak tau kalo ternyata BBM resmi Naik beberapa jam setelah saya bikin posting ini. Yah, sebagai rakyat kecil yang berjiwa besar, saya cuma bisa nrimo. La mau gimana lagi. Yang bikin kebijakan bukan saya. Lagian kalo gak menerima mau apa? Bikin bensin sendiri? Mana mungkin.

Padahal mungkin masih banyak solusi yang bisa dijalankan selain untuk menaikkan harga BBM ini. Yah, tapi orang2 ‘Besar’ itu tidak mau ngalah. Apa mau dikata? Katanya kalo orang yang udah ada di tingkat yang tinggi kadang2 lupa sama asalnya, lupa sama orang2 yang ada dibawah. Yah, semoga apa yang jadi tujuan kenaikan BBM ini bisa benar2 terpenuhi. Semoga tidak ada penyimpangan penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai).  Atau semoga tidak jadi alasan para petinggi kita untuk lebih korupsi.

“La wong BBM saja naik kok, ya korupsi saya juga harus naik dong!” begitu kira2 kalimat para koruptor kalo mau jujur.

Tapi bukannya saya ngikut2 orang yang tidak bertanggungjawab itu lho. Yang menyelewengkan atau menyalahgunakan apa yang menjadi tanggungjawabnya sehingga merugikan negara. Kalo boleh jujur, tadi siang saya ceritanya mau memenuhi tanki bensin motor saya hanya untuk berjaga2 saja. eh tapi apa daya ada SPBU yang tidak membatasi pembelian bensi. berarti bisa sekalian nyetok (menambah Stok/persediaan) yang kalo bahasa kasarnya menimbun.

“yah, ndak papa lah. kan bukan untuk mengeruk keuntungan” batin saya dalam hati. Lagian cuma sedikit kok. hehehe.


TKP
 Barang Bukti

 
 
 
 
100 tahun lalu …Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), seorang tokoh pemuda bernama Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo, yang menjadi tonggak kebangkitan bangsa Indonesia.

100 tahun setelahnya …

Hari ini, Selasa 20 Mei 2008, Indonesia Harus Bangkit Kembali!

Bangkitlah Bangsaku!

Bangkit Itu… Susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu… Takut
Takut Korupsi
Takut makan yang bukan haknya

Bangkit Itu… Mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan Prestasi

Bangkit itu… Marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu… Malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu… Tidak Ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu… Aku
Aku…untuk Indonesiaku

(Poetry By Deddy Mizwar)

Dan Indonesia Bisa !!!