Cewek Kelas Magdalena

Tau gak magdalena yang mana? ini lho:

presenter yang katanya semlohai lena di waktu jadi suster di salah satu sitkom

Kalo sebagai seorang cowok yang normal setidaknya ada beberapa hal yang membuat kita sekonyong-konyong ngeliat cewek yang baru pertama kali kita temui, yang pertama adalah parasnya (ya bisa dibilang cantik atau tidaknya cewek tersebut), dan yang lainnya adalah physical appearance-nya. Kalo bisa dibilang tuh, physical appearance itu hampir sama atau menjurusnya ke sexual appeal dari si cewek tersebut. (Aduh ini posting arahnya kemana ya? lagi bulan puasa lagi. hehehe)

Yang mau saya omongin adalah tentang apa yang biasanya diperhatikan cowok pertama kali dari seorang cewek. Seumpama kalo kita lagi di tempat umum trus ketemu atau ngelihat cewek untuk yang pertama kalinya, apa aja sih yang dipikirin dari si cowok setelah pandangan pertama tersebut? Ini sebenarnya pendapat pribadi sih, tapi paling tidak mewakili sebagian dari pikiran anak2 muda yang lain.

Seperti yang udah aku singgung diatas, yang pertama dipikirin tuh pasti adalah tentang cantik atau tidak si cewek itu. Ngerti sendiri lah faktor apa saja yang termasuk di kategori ini. Asal dandanannya gak keterlaluan. Cowok sebenarnya lebih seneng kalo si cewek cantiknya kelihatan alami, walau kadang2 make up juga ngebantu untuk point ini. Yang selanjutnya adalah tentang sexual appealnya, dan ini juga yang jadi latar belakang kenapa saya menulis posting ini.

Yang dimaksud sexual appeal disini adalah tentang penampilan fisik yang menarik perhatian lawan jenis, ini memang kadang2 menyinggung ke pikiran yang agak ngeres gitu (wah posting ini emang harusnya di publish setelah bulan puasa deh), maksud saya adalah setelah melihat wajah tadi itu, si cowok pasti akan memperhatikan hal2 atau bagian tubuh lain yang lebih menonjol dari bagian tubuh lain, yang kalo bahasa inggrisnya bagian itu sering disebut dengan BOOBS dan HIPS.
Walau selain kedua hal diatas, akan ada banyak faktor lain yang akan membuat cowok memperhatikan seorang cewek.

Sebenarnya motivasi saya menulis posting ini adalah gara2 kemaren subuh pas sahur saya nonton acara yang ada di salah satu stasiun tivi swasta yang setidaknya menggunakan hal kedua itu sebagai guyonannya. Siapa lagi presenternya kalo gak si duo kocak mantan presenter acara buat para bujang dulu itu, si Vincent dan Desta. Bintang tamunya adalah Magdalena. Nah dah mulai agak jelas kan kenapa photonya magdalena nampang diatas? Nih tak kasih lagi:

Pria pasti melihat dada saya lebih dulu. -- ya jelas lah. gemesin kayak gitu sih.

"Pria pasti melihat dada saya lebih dulu." --> ya jelas lah. gemesin kayak gitu sih.

Kalo menurutku magdalena tuh udah bisa memenuhi kedua kriteria diatas. Nah bagusnya lagi si vincent dan desta bisa menggunakan ‘fasilitas’ itu buat ngerjain si lena. Salah satunya adalah dengan selalu membuatnya untuk lompat2, tau sendiri kan kenapa? dan setiap pembicaraanya pun selalu menyinggung di bagian sensitif tersebut.

Bahkan dulu aku dan temanku sempat iseng menggunakan nama magdalena sebagai type/kelas untuk lawan jenis kami. Kalo di tipe kapal perang itu ada kelas-kelas atau kategori seperti Corvette, Frigate, Dreadnought, dll. Nah untuk cewek yang sesuai kriteria seperti diatas (beauty and boobsy), kami sering menyebutnya sebagai kelas Magdalena. Kapan digunakannya? kalo pas lagi nongkrong, trus tiba2 ada cewek seperti diatas, salah satu dari kami pasti bilang, “Eh tuh arah jam 3, kelas Magdalena.”

Emang agak gak sopan sih dengan guyonan yang seperti itu, tapi seperti itulah guyonan dari cowok2 yang lagi beranjak dewasa seperti saya dan teman2. Bagi cewek2 jangan tersinggung ya. Lagian kan gak bakal ngerti kalo kita ngomong kayak gitu. hehehe.

 

kenalan ma plurk

Setelah lama tidak mengikuti trend anak muda sekarang di dunia maya, malam sabtu yang lalu saya sedikit kembali mengikuti hal2 seperti itu, salah satunya dengan online di account YM saya, yang sudah hampir beberapa bulan ini tidak dibuka. Selain saya memang sudah agak bosan dengan chatting, memang saya lebih suka browsing mencari-cari sesuatu hal yang baru dan menarik.

Selain kembali online tersebut saya menengok lagi beberapa account saya yang ada di friendster, facebook, dan situs lain yang memang ngetrend di dunia maya. Plus saya diperkenalkan kepada Plurk, yang menurut saya sih sama aja dengan chatting tapi dengan cara yang agak berbeda. Orang yang menjerumuskan saya adalah si tukang komputer yang juga bankir aka Ksatria Barat “alle”, sekalian nongkrong di cafe sambil internetan gratis. Yah seperti beberapa tahun ini dimana banyak anak muda nongkrong di kafe bermodal beli minuman untuk mendapatkan akses internet gratis sepuasnya.

Kegiatan itu sekaligus ngumpul2 lagi dengan teman lama yang sepertinya sudah sama2 sibuknya, maksudnya sibuk nipu orang. Memang para penipu ulung seperti mereka itu  (Diwan, Ajay, Alle, dll) harus tetap eksis dengan saling menipu satu sama lain.

Selain saling tipu itu, pembicaraan juga beralih ke topik lain, seperti film Laskar Pelangi yang katanya bakal jadi film adaptasi terbaik di Indonesia, kalo saya sendiri sih belum baca novelnya jadi belum bisa menilai. Tapi sebelum nonton Laskar Pelangi kita musti nunggu Laskar Hujan terlebih dahulu, yang tentunya mesti nunggu Laskar Mendung dulu. Tapi kata orang, mendung tak berarti hujan, kenapa tidak bertanya saja pada Laskar Rumput Yang Bergoyang. halah.

Niatnya setelah kafe tutup, saya pengen ke Juminten-acara ngumpulnya blogger jogja di nol kilometer. tapi niat saya urungkan takut kena roaming, masalahnya saya lama jadi blogger individualistis, maksudnya blogger yang gak buka blog orang lain, dan cuma nulis gak penting dan rentang waktu yang lama. Lagian saya juga sadar kalo sebenarnya “No One Care About Your Blog.”

Ya sudah lah, akhirnya saya pulang dan menunggu untuk acara konferensi Laskar Penipu Ulung selanjutnya.

NB: Buat yang kenal ma aku dan punya account plurk, add as friend ya.

 

Iklan yang salah tempat

Memang untuk bisa berkecimpung di dunia periklanan, kita musti lebih kreatif dari orang2 kebanyakan. Selain harus memberikan informasi tentang produk/layanan yang kita iklankan, kita juga mesti bisa menarik orang untuk mengikuti ajakan kita dalam iklan yang kita buat. Hal ini emang lebih berlaku untuk commercial advertising. Akan beda lagi kalo untuk iklan yang disajikan adalah iklan layanan masyarakat, iklan ini biasanya lebih berisi tentang informasi akan suatu hal atau suatu peringatan adanya bahaya tertentu. Yang jelas iklan layanan masyarakat tidak ada profit motivenya.

Tapi membuat iklan yang bagus saja bukan jaminan bahwa iklan itu akan berhasil memenuhi maksud dari sang pembuat iklan. Hal lain yang mempengaruhi tentu saja penempatan iklan tersebut. Nah berikut ini beberapa contoh penempatan iklan yang bisa dibilang salah tempat.

Tulisan di busnya tuh gini: “If you don’t have GIO Third Party Property Insurance, we suggest you don’t hit this bus.”

Bonus: Si Sexy Yanni

 

Search

Enter Search KeyWord:     

Archives