puisi anak dari lombok – Air

Beberapa waktu lalu saya melihat pameran hasil ekspedisi dari teman-teman MAPAGAMA (Mahasiswa Pecinta Alam Gadjah Mada) yang berlokasi di lombok. Kegiatan itu menurut saya cukup luar biasa dan inspiratif, karena banyak program yang dilaksanakan mengena dengan kondisi masyarakat disana, dan yang membuat saya sedikit salut adalah peserta dari ekspedisi itu adalah semua mahasiswi (putri), makanya nama ekspedisinya adalah Ekspedisi Putri Rinjani.

Trus yang membuat saya tertarik dari pameran itu adalah salah satu puisi yang waktu itu dipamerkan yang merupakan hasil ciptaan dari anak-anak di Lombok sana, sebenarnya puisinya cukup sederhana, tapi menurut saya sangat bagus, sederhana tapi sangat penuh makna… berikut puisi tersebut beserta gambar aslinya (maaf gambarnya agak kabur) :

Nama Saya Is

Air

air itu membuat kita mandi air membuat kita minum
air membuat kita masak air membuat kita hidup
air itu membuat kita hidup air itu akan membuat kita
hidup karna air itu membuat kita hidup karna
percaya hidup karna air itu karna air itu
air itu mencuci air itu membuat kita bahagia
air jangan dicemarkan air itu

 

Wajahmu Mengalihkan Duniaku…

WAJAHMU MENGALIHKAN DUNIAKU
by Afgan Syah Reza

Ketika kau lewat di bumi tempat ku berdiri
Kedua mata ini tak berkedip menatapi
Pesona indah wajahmu mampu mengalihkan duniaku
Tak henti membayangkanmu terganggu oleh cantikmu

Tujuh hari dalam seminggu
Hidup penuh warna ku coba mendekatimu
Memberi tanda cinta
Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan
Wajahmu mengalihkan duniaku

Hey .. Hey .. Hey.. Pesonamu
Dan wajahmu mengalihkanku

Pesona indah wajahmu mampu mengalihkan duniaku
Tak henti membayangkanmu terganggu oleh cantikmu

Tujuh hari dalam seminggu
Hidup penuh warna ku coba mendekatimu
Memberi tanda cinta
Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan
Wajahmu mengalihkan duniaku

Hidupku penuh warna
Ku selalu mendekatimu memberi tanda cinta hooo ooo..

Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan
Wajahmu mengalihkan duniaku

Mengalihkan duniaku
Mengalihkan duniaku
Mengalihkan duniaku

 

Batik Indonesia

“merintang warna tradisi lama, menoreh karya kaya makna, cetusan sukma latar budaya, harapan hidup jadi bermakna

wastra budaya adiluhung, penuh kearifan cipta rasa karsa, dilambari niat menembah manekung, identitas budaya keberadaan bangsa”

Batik berasal dari kata “ambatik” (menulis titik) yang berarti membuat titik-titik hingga menjadi sebuah motif utuh. Banyak yang beranggapan bahwa batik berasal dari Indonesia, namun beberapa sumber mengatakan bahwa karya seperti batik tidak saja berasal dari Indonesia. Mungkin lebih bijaknya dikatakan bahwa karya seperti batik merupakan bagian dari peradaban dunia masa lalu. Bagaimanapun asal muasalnya, yang jelas batik yang eksis hingga saat ini adalah batik Indonesia.

Belum diketahui kapan pastinya batik itu mulai ada, tapi motif-motif batik yang ada hingga saat ini, dapat dilihat di beberapa artefak budaya berupa candi-candi seperti motif dasar lereng pada patung emas Syiwa abad 9 di Gemuruh Wonosobo; dasar motif ceplok pada pakaian patung Ganesha di Candi Banon dekat Borobudur (abad 9); motif liris pada Manjusri Ngemplak Semongan Semarang (awal abad 10). Sangat dimengerti karena batik juga merupakan salah satu karya seni yang melukiskan budaya sehingga berkaitan dengan karya budaya yang lainnya. Sebagai salah satu karya budaya bangsa, atau disebut barang budaya, batik pun berkembang sesuai jamannya.

Motif batik terekam secara pasti sejak jaman Mataram Islam yang berasal dari kalangan kraton, seperti parang rusak, semen rama, dll yang kemudian dikenal sebagai motif batik tradisional. Dari kraton inilah motif batik “diuri-uri” bahkan sebagai busana yang diatur penggunaannya, sehingga timbul adanya “motif larangan” yang hanya boleh dikenakan oleh kalangan strata tertentu.

Perkembangan motif batik Kraton menyebar bersama dengan berkembangnya hubungan dengan luar Kraton melalui perkawinan, niaga dan lain sebagainya. Sehingga motif batik kraton pun berkembang di luar Kraton Mataram. Dengan demikian muncul pula motif-motif batik pengaruh Kraton yang tersebar di Nusantara terutama di pulau jawa.

Keindahan batik Kraton yang dikala itu dikenakan sebagai “jarik” (berasal dari kata ojo sok serik – jangan suka sirik/iri) menarik masyarakat di luar kraton untuk bisa mengenakannya. Agar bisa mengenakan tanpa melanggar aturan yang telah ditetapkan, terciptalah motif-motif yang indah sebagai modifikasi motif batik kraton yang disebut motif batik Sudagaran yang tidak kalah indah dan halus dalam pengerjaannya. Dalam mengembangkan motif pada produk batiknya para saudagar/pengusaha batik inipun berinovasi sehingga mempunyai ciri khas, yang sekaligus memperkaya keanekaragaman motif batik Indonesia.

Perkembangan batik tidak hanya pada motifnya tetapi juga cara atau teknik pengerjaannya. Disamping itu juga pada bahan bakunya yang tidak hanya pada kain katun (mori), serta penggunaannya atau fungsinya tidak hanya sebagai jarik atau dodot.

Dari cara pengerjaan rintang warna, muncul canting cap dari yang semula canting tulis. Sehingga dikenal adanya batik tulis, batik cap dan batik kombinasi (tulis dengan cap). Juga pada proses ngengreng (mempola). Sehingga yang disebut batik salah satunya memenuhi syarat dengan proses perintangan warnyanya dengan lilin (malam).

Berkembangnya jaman menyebabkan batik pun berkembang, baik sebagai barang seni/barang budaya maupun sebagai komoditas ekonomi. Diharapkan batik main berkembang, namun jangan sampai perkembangannya tercerabut dari akarnya, dalam arti kearifan yang terkandung dalam simbolisasi motifnya, pada pengerjaanya yang ramah lingkungan tidak diabaikan atau ditinggalkan begitu saja. Untuk itula pengenalan, sosialisasi, pengajaran tentang batik secara utuh tetap diperlukan dan dilestarikan sebagai salah satu identitas, jati diri bangsa yang diharapkan bisa memperkokoh rasa dan wawasan kebangsaan.

sumber: Pameran Batik Nusantara – Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad.

 

Cerita Bintang

Untuk beberapa posting terakhir memang aku repost beberapa syair hasil buatanku sendiri, soalnya dari pada kosong melompong gak ada posting. Yah, itung2 temanya tentang sastra… silahkan simak yang satu ini.

CERITA BINTANG

Tak lagi aku bisa berbohong
Tentang apa yang aku rasakan
Saat pagi datang dan matahari bersinar
Embun dan rumput-rumput itu tampak mesra
Seraya mereka bercumbu di hadapanku
Menyanyikan lagu cinta pada sang mentari

Pada burung-burung yang berkicauan itu
Aku menyampaikan salamku pada langit
Dan dialog pada sang awan.

Jika langkahku terdiam diantara rumput-rumput itu
Dan mataku terpaku pada garis horizon disana
Aku merasakan angin berhembus lewat telinga
Dan sinar itu menembus balik bajuku

Aku biarkan tubuhku terbaring di atas batu
Pada sang batu kuceritakan sekilas hidupku

Jika hitam mulai datang
Dan benda bernama bulan itu bercahaya
Aku hanya bisa berbicara pad sang bintang
Dan air matanya mulai menetes
Serasa menghentikan ceritaku

Tapi sang batu tetap diam
Andai kumarahi pun ia tidak bersuara
Kupukul dia karena tak menjawab
Sampai merah tanganku, aku menatapnya
Ia hanya berkata saat ia bertemu batu lain
Dengan suara nyaring tapi tak merdu itu
Mereka berbisik satu sama lain
Seperti ia sedang mengataiku

Aku memang sedikit tak sadar
Sampai birunya langit itupun
Aku tak lagi melihatnya indah
Tapi pada butiran air sungai
Kurasakan kedamaian yang mendalam
Sama saat kuhirup udara pagi tadi

Sekarang kurasakan terbang
Membawaku melewati pohon rindang
Gunung-gunung dan bukit terjal
Sampai burung kulihat terbang ke belakang
Kemudian aku jatuh

Dalam sakit aku berkata
“Jika benar kau! Sakit dating membawa luka,
Kenapa tak hilang saat tubuh memutih”
Padahal padanya aku bertambat
Yang kini hilang karena luka yang tak mau hilang
Dan pergi karena sakit yang tak ingin pergi

Kakiku serasa kaku
Ku coba melangkah tuk gapai cahaya
Sampai pada sinar itu aku berhenti
Mencoba terdiam tuk batasi jalanku

Selalu saja aku tersesat
Pada jalan yang selalu berbelok ke kiri
Saat bertemu persimpangan empat
Dan jalan-jalan tak bertanda

Tapi selalu kutemui jalan yang lebih terang
Kesana aku berjalan
Dan aku temui kehidupan yang lebih nyata
Seperti matahari, rumput, dan burung-burung
Angin yang berhembus dan ceritaku pada sang bintang

14112003
yanwar i m

 

satu syair dari Karimunjawa ku

Kemaren, cahaya mentari merah jambu, jatuh lembut di warna hijau dedaunan, perpaduan warna yang jarang kunikmati hingga saat ini. memang sore itu sore yang cerah di Karimunjawa. Sebuah pulau di tengah laut jawa yang tak kalah dengan kepulauan Maladewa.

Angin paginya menyegarkan dada, dan cahaya suryanya menghangatkan raga, sedang kuning emas senjanya memanjakan mata.
Andai ia jadi kesini, akan kuceritakan tentang nyanyian ombak yang mengalun diatas pasir, akan kubagikan suasana senja yang akan membuatnya menutup mata untuk sementara, menikmati hari ini dari lubuk hati. tak perlu melihat karena setiap indra turut merasakan, tak perlu mendengar karena seluruh jiwa ini cukup tergetar dan cukup bisa menikmati dengan setiap detik yang terbuang.

Yah, itu jika ia jadi kesini… banyak yang ingin aku berikan, banyak yang ingin aku isyaratkan.

Hah… memang berkhayal itu melelahkan…

 

Search

Enter Search KeyWord:     

Archives