about tilt-shift photography

Posting ini didedikasikan untuk karya saya yang di pamerkan pada Pameran Unit Fotografi UGM “Urban Attack” di benteng Vredeburg Jogjakarta tanggal 26 – 30 Desember 2009. Dalam pameran ini saya menampilkan dua karya foto yang bagi saya sangat mengobati keinginan saya untuk ikut pameran foto lagi 🙂

Dari dua karya foto itu salah satunya foto lama saya yang pernah di pamerkan tahun 2007 lalu dengan judul ‘underconstruction’, dan satu lagi foto baru yang coba-coba saya masukkan untuk di pamerkan, untuk foto yang baru ini sebenarnya terdiri dari 4 buah gambar yang disatukan dalam satu frame, yaitu ’tilt-shift photography’.

Saya mencoba untuk mengangkat tema tilt-shift photography yang sebenarnya sudah sangat populer di beberapa negara eropa dan amerika, tapi belum begitu populer di Indonesia. Teknik foto ‘Tilt-shift’ menciptakan ilusi optik yang membuat gambar seolah-olah diambil dari model miniatur. Bagian luar foto yang tampak buram menciptakan trik bagi mata untuk mempersepsikan bagian yang tampak jelas merupakan bagian dari miniatur tersebut. Pada prinsipnya tilt-shift digunakan untuk mengubah perspektif dari sebuah gambar yang sering digunakan dalam fotografi arsitektur untuk memperbaiki ‘garis konvergen’.

Tilt-shift biasanya mengacu pada miring dari lensa, relatif terhadap film atau sensor, sambil menggunakan aperture besar untuk menghasilkan yang sangat dangkal ruang fokusnya (very shallow DOF). Dengan kata lain, lensa dapat dimiringkan sedemikian rupa sehingga hanya sebagian kecil dari gambar dalam fokus yang tajam. Berikut tampilan dari lensa kamera yang ’tilt’ dan ‘shift’:


lensa kamera ’tilt’


lensa kamera ‘shift’

Dari dua jenis lensa tersebut dapat dihasilkan gambar yang menyerupai miniatur seperti berikut ini:

Namun selain dengan pendekatan hardware tersebut (artinya dengan menggunakan peralatan yang didesain khusus untuk dapat menciptakan efek tersebut) kita juga bisa mengubah foto yang diambil dengan lensa kamera biasa menjadi tampak seperti tilt-shift image, hal ini dilakukan dengan melakukan editing foto menggunakan Adobe Photoshop, untuk tahu bagaimana caranya, silahkan kunjungi beberapa link berikut:
www.tiltshiftphotography.net
www.visualphotoguide.com

Sedangkan untuk beberapa hasil gambar dengan menggunakan teknik tilt-shift photography ini bisa anda lihat di link www.smashingmagazine.com

 

hari ini empat tahun yang lalu…

Dari Surat Yang Tak Pernah Sampai

Surat ini tidak akan pernah terkirim, karena sebenarnya aku hanya ingin berbicara pada diriku sendiri. Aku ingin berdiskusi dengan angin, dengan wangi pucuk-pucuk pinus di pagi hari, dengan ikan-ikan yang ada dilautan, dengan malam, dengan detik jam, dengan kertas-kertas ini… tentang dia, tentang Putri.

Dia, yang tidak pernah aku mengerti. Dia, madu dan racun yang membuatku hidup dan membunuhku perlahan. Dia, yang aku sayang dan aku cinta. Dia yang tak pernah ada, yang aku reka dan aku cipta.

Setengah dariku menginginkan agar dia datang, membenciku hingga muak dia mendekati gila, menertawakan segala kebodohannya, kekhilafannya untuk sampai jatuh hati padaku, menyesalkan magis yang hadir naluriah setiap kali kami bertemu. Akan aku kirimkan lagi tiket bioskop, bon restoran, semua tulisan—dari mulai catatan sebaris sampai doa berbait-bait. Dan basahlah pipinya karena geli, karena asap dan abu dari benda-benda yang ia hanguskan—bukti-bukti bahwa aku pernah tergila-gila—berterbangan masuk ke matanya. Kalau saja saat itu ia tak pernah ada dan bahkan tak mencoba untuk pernah menoleh padaku. Hidupku, hidupnya, pasti akan lebih mudah. teruskan membaca disini

 

Search

Enter Search KeyWord:     

Archives