Mari Terus Mengeluhkan Indonesia

The Flag of Indonesia


Posting ini bukan sepenuhnya tulisan saya sendiri, esay ini saya baca dari portal berita terkemuka di Indonesia pada bagian Kolom yang ditulis oleh salah seorang wartawannya. Saya tertarik dengan artikel pertama kali dari judulnya, setelah membaca ternyata memang menarik bagaimana si penulis memandang segala pendapat warna negara Indonesia terhadap masalah yang dihadapi bangsa ini.
Tulisan aslinya bisa anda baca di http://bit.ly/e14Ixc. Silahkan dibaca, saya hanya ingin sharing saja.

Jakarta – Saya sering kali mendengar keluhan dari sejumlah kawan mengenai negara Indonesia. Di mata mereka, tidak ada yang benar terkait dengan negara Indonesia. Semuanya salah. Semuanya buruk. Namun, tidak satu pun dari yang berani atau berencana meninggalkan Indonesia.

Saat menonton televisi, membaca koran, mendengar radio, hal yang sama saya tangkap. Indonesia begitu buruk. Indonesia ibarat terkena penyakit ganas, yang sebentar lagi mati. Sekali lagi, tidak satu pun menyatakan diri akan meninggalkan Indonesia.

Biasanya, jika kita sudah tidak suka dengan sesuatu, ada dua pilihan yakni memperbaikinya atau meninggalkannya. Sungguh konyol tidak menyukai sesuatu, tapi terus mengeluhkannya sepanjang waktu. Tapi itulah pilihannya.

Yang mengatakan Indonesia buruk, bukan hanya mereka yang terkalahkan dari sistem liberalisme ekonomi yang sudah mengobrak-abrik Nusantara sejak pertengahan abad ke-19. Juga mereka yang sebenarnya makan dan minum dari uang negara Indonesia.

Misalnya, setelah rezim Soeharto jatuh, membuat ruang kekuasaan menjadi sangat terbuka. Orang kaya maupun orang miskin masuk menjadi bagian dari kekuasaan. Mereka ini sebelumnya para pengeluh dan menilai Indonesia sangat buruk.

Tidak ada perubahaan yang signifikan dilakukan mereka selama duduk dalam ruang kekuasaan. Menariknya mereka pun turut mengeluh, dan mengatakan Indonesia buruk. Mereka lebih berperan sebagai juru bicara ‘kemarahan’ rakyat. Mereka pun rela bermain drama saling memarahi, tanpa melakukan perubahaan dari apa yang dipersoalkan. Yang penting bagi mereka, mampu mengekspresikan kemarahan rakyat, terutama melalui ruang-ruang media massa.

silahkan teruskan baca disini..

 

Search

Enter Search KeyWord:     

Archives