Syair Penuh Rahasia
Pernah aku membuat janji untuk upload semua syair yang pernah ku tulis di Blogku ini, dan kupikir tidak ada salahnya untuk memulai dari sekarang. Bingung juga untuk memulai dari syair yang mana, sampai akhirnya kupilih yang ini:
Sebuah gubahan dari prosa yang ditulis oleh salah satu sastrawan angkatan 66 (kalo tidak salah…), silahkan dibaca:
PENUH RAHASIA
Jauh disana terhampar rumput hijau
Dibawah lingkungan pembatasan bumi dengan langit
Segaris hijau kebiruan pohon-pohonan
Langit yang kuning muda bersisik putih
Diantaranya terjalin warna sepuhan emas perada
Jauh sedikit dari sana
Tumpukan awan berbagai bentukyang terhalus puspa warna
Tak jauh darinya bintang sebuah kerlip-mengerlip seakan mata masih rungau
Terkadang-kadang benda kecil itu hilang disembunyikan awan putih
Hei, puspa warna berangsur menghilang lenyap di balik garis hijau tadi
Serta pancaran emas gagah perkasa itu diselimuti oleh awan tipis berbercak
Mengapa gelap ?
Mengapa berganti warna semacam ini, selaku sayu pandangan ?
Mengapa matahari kan sembunyi sendiri ?
Dingin …
Seluk membelai kenangan impian masa silam
Membangkit, mengorek perbendaharaan di kalbu
Mengapa mega kau tak bersolek lagi ?
Mengapa langit melengkung putih kebiruan menolak warna ?
Mengapa isi alam sunyi diam menyambut perubahan siang dan malam ?
Bukankah dibalik perubahan yang dingin mati disambut angin menyegar tubuh
Akh, bukankah Si Raja Siang yang gagah perkasa, yang memerintah selama siang itu
Diganti oleh Si Dewi Malam
Si Cantik manis akan memerintah semalaman dengan belaian sinar yang lembut itu
Dan di sisi sepuhan perak
Berkilau kerlipan permata terhampar di beledu biru
Bersukaria bermain caya
Bukankah,
Bukankah ribuan permata intan berlian
Tanding-bertanding menguji caya
Siapa terindah diantara berjuta ?
Memanglah
Tiap-tiap perubahan mengandung penuh rahasia
091999
yanwar i m