YANWORKS.WEB.ID/blog

Sesuatu yang ingin ditulis dan dibaca sebagaimana mestinya.

BBM Naik, mau apa lagi???

May24

Saya gak tau kalo ternyata BBM resmi Naik beberapa jam setelah saya bikin posting ini. Yah, sebagai rakyat kecil yang berjiwa besar, saya cuma bisa nrimo. La mau gimana lagi. Yang bikin kebijakan bukan saya. Lagian kalo gak menerima mau apa? Bikin bensin sendiri? Mana mungkin.

Padahal mungkin masih banyak solusi yang bisa dijalankan selain untuk menaikkan harga BBM ini. Yah, tapi orang2 ‘Besar’ itu tidak mau ngalah. Apa mau dikata? Katanya kalo orang yang udah ada di tingkat yang tinggi kadang2 lupa sama asalnya, lupa sama orang2 yang ada dibawah. Yah, semoga apa yang jadi tujuan kenaikan BBM ini bisa benar2 terpenuhi. Semoga tidak ada penyimpangan penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai).  Atau semoga tidak jadi alasan para petinggi kita untuk lebih korupsi.

“La wong BBM saja naik kok, ya korupsi saya juga harus naik dong!” begitu kira2 kalimat para koruptor kalo mau jujur.

Tapi bukannya saya ngikut2 orang yang tidak bertanggungjawab itu lho. Yang menyelewengkan atau menyalahgunakan apa yang menjadi tanggungjawabnya sehingga merugikan negara. Kalo boleh jujur, tadi siang saya ceritanya mau memenuhi tanki bensin motor saya hanya untuk berjaga2 saja. eh tapi apa daya ada SPBU yang tidak membatasi pembelian bensi. berarti bisa sekalian nyetok (menambah Stok/persediaan) yang kalo bahasa kasarnya menimbun.

“yah, ndak papa lah. kan bukan untuk mengeruk keuntungan” batin saya dalam hati. Lagian cuma sedikit kok. hehehe.


TKP
 Barang Bukti

Share This Post
posted under LifeStyle |
2 Comments to

“BBM Naik, mau apa lagi???”

  1. On June 4th, 2008 at 10:04 Alimun Bidatisudur (Ali)No Gravatar Says:

    Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.

    Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat

    Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???

    Mengapa???

    Lha……, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.

    Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.

    Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan

    Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah….
    Maunya segalanya dituruti…..
    BBM Murah….
    Pendidikan murah bahkan gratis….
    Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)…..
    Bebas penyakit….
    Bebas gizi buruk …..
    Jalan tidak berlubang……

    Trus, pikirlah dg jernih…. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)

    Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif

    Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang…..

    Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju

    Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???….

    Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
    Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???

    Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro….

    Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.

    Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.

    Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.

    Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik….

    Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta…

    Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi….

    Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan…..

    Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu….

    Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya….

    Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini

    Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis….

    Cukup itu dulu dari saya ya……

    ReplyReply
  2. On June 8th, 2008 at 8:16 yanzNo Gravatar Says:

    @ Ali
    oalah mas, commentnya panjang amat, mending bikin posting sendiri aja deh. biar kita bisa ikut comment juga. hehehe

    ReplyReply

Email will not be published

Website example

Your Comment:

This site is using OpenAvatar based on