tentang dia
Curhat pribadi nih. teruskan jika ingin baca. skip jika ingin lewat.
Selama ini aku sedikit anderistimit (bc: underestimate) alias tidak banyak memfungsikan friendster sebagaimana mestinya, soalnya lebih seneng ke blogging. Tapi waktu2 sekarang ini adalah dimana aku merasa friendster itu keren banget. Kenapa? gini ceritanya.
Setelah lebih dari 3 bulan aku tidak melakukan aktifitas apa2 di friendsterku (paling cuma approve friends request), aku mencoba untuk searching sebuah nama yang kembali kuingat karena aku menemukan buku miliknya yang mungkin sudah lebih dari 11 tahun kupinjam. Buku catatan IPS Sejarah kelas 1 SMP itu bersampul kertas minyak warna coklat dan setengahnya terisi oleh catatan pelajaran selama kami sekolah. Dan kebetulan sang pemilik adalah cinta monyetku dulu, hahaha. Dulu, ia ingin dipanggil dengan nama Titis.
Buku ini kutemukan saat aku bersih2 kamarku beberapa hari lalu. Sebenarnya bukan hanya buku ini saja yang kutemukan, tapi ada juga beberapa buku catatan harian lama ku yang ternyata terselip disebuah tempat disudut kamarku. Berdalih kangen, ciee, aku memutuskan untuk membawa serta buku itu sampai sekarang. ya, dan berbekal keisenganku tadi, aku melakukan pencarian nama itu lewat search di friendster.
Tanpa diduga tanpa dinyana (disangka2 maksudnya), pencarian itu menemukan satu nama saja. Pertama kali agak amaze dan ragu, trus kucoba buka profilenya (untung gak private) untuk memastikan bahwa aku tidak salah orang. Maklum, didunia ini ada banyak orang dengan kemiripan nama.
Setelah menjelajah lebih jauh, aku yakin sekali kalo itu dia. Jadi tanpa ragu aku login ke profileku, dan add friend request. Alhamdulillah. Akhirnya aku menemukan orang yang selama ini kucari. Walau cuma di friendstersaja. Pertamanya ragu kalo itu bakalan dijawab dalam waktu dekat, aku cek login terakhirnya adalah 2 minggu lalu. Tapi ternyata hanya berganti hari saja aku sudah mendapat balasan, APPROVE.
Girang sekaligus penasaran. Aku akhirnya cek profileku juga, siapa tau ada pesen yang ditinggalkan darinya, eh bener aja, memang ada. Dan pembukaan pesannya membuat hatiku berdesir. Yah, kembali teringat masa2 indah itu.
Masa2 saat sekolah SMP dulu, tentang perkenalan yang agak canggung itu, tentang bando warna merah itu, tentang seluruh puisi yang telah dibuat, tentang bersepeda bersama tiap minggu, tentang nonton bioskop di 21 dulu, tentang latihan aubade di smsr, tentang ulangtahun di istana negara (gedung agung), tentang foto-foto yang pernah kami bahas dulu, tentang pelajaran piano dan dansa, tentang rasa cemburu yang pernah ada, dan tentang mama dan papa. Juga tentang semua yang pernah terjadi diantara kami dahulu kala.
Tiada Masa Paling Indah, Masa-masa Di Sekolah, Tiada Kisah Paling Indah, Kisah Kasih Di Sekolah.
Ada beberapa ingatan yang paling tidak ingin kulupakan, salah satunya adalah tentang DIA. Untuk boneka jepangku dulu, jika suatu ketika kamu membaca posting ini. Aku hanya ingin bilang. Kau adalah kenangan terbaik yang pernah kumiliki.
YOU’RE THE SWEETEST MEMORY OF MY CHILDHOOD LIFE.
THANK YOU.
citcuiiiiiiiiiiit,……………..
Titis sapa ya? aq kenal ga ya? semoga kenangan itu bisa terulang kembali. dan membuat hidupmu indah kembali………
@ Kautsar
Tentunya kamu ngerti lah, temen satu sekolah, tapi gak sekelas ma kamu. Dan kamu kayaknya tidak mengenalnya dengan nama Titis. hehehe.
ciee ciee… asiikk. melankolic banget neh postingannya yan..
weeehhehehe,
punya cinta monyet juga ternyata …..
digebet aja dunk, sapa tau ke cantol lagi
prensterku dah kebacut termusnahkan …
cinta pas zaman zaman sekolah dulu emang sebuah kenangan yang bakal sulit dilupakan sepanjang hidup kita, wkwkwkwkwkw….
wah..yan nih..cittt..cuittt..
sayank sekali smua diaryku dah termusnahkan, jadi gak bgitu inget
crita2 ma tmen2 masa kecil..
tapi baru-baru ini, baru inget ma seseorang..huh kok nyesel yah dulu sempet
ngreject dia..hehehhe (kok jd curhat)